27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, July 15, 2026
spot_img

Menumbuhkan Kembali Minat Baca di Kalangan Generasi Muda

Saya ingin berbagi kegelisahan mengenai fenomena yang kian nyata di lingkungan sekitar kita, yaitu menurunnya minat baca di kalangan anak sekolah. Di era digital ini, gawai dan media sosial telah mengambil alih sebagian besar waktu luang anak-anak. Buku kini sering kali dianggap sebagai benda kuno yang membosankan, kalah menarik dibanding video berdurasi pendek atau permainan daring yang menawarkan kesenangan instan.

Padahal, membaca buku adalah pilar utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Buku bukan sekadar kumpulan kertas berisi tulisan, melainkan jendela dunia yang membuka cakrawala berpikir. Saat membaca, anak-anak tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga melatih konsentrasi, memperkaya kosakata, dan mengasah kemampuan berbahasa. Hal ini sangat berdampak pada prestasi akademik dan kemampuan mereka dalam berkomunikasi.

Lebih dari itu, membaca buku sastra atau cerita dapat mengasah empati. Anak-anak belajar memahami emosi, latar belakang, dan sudut pandang tokoh yang berbeda. Ini adalah modal penting untuk membentuk generasi yang toleran dan humanis. Sebaliknya, paparan gawai yang berlebihan tanpa diimbangi literasi yang baik berisiko menciptakan generasi yang instan, sulit fokus, dan minim daya analisis.

Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana membuat buku kembali memikat di mata anak-anak. Hal ini tidak bisa dibebankan kepada pihak sekolah saja. Orang tua memegang peranan krusial sebagai teladan utama di rumah. Bagaimana anak mau membaca jika orang tuanya sendiri menghabiskan waktu luang dengan menatap layar ponsel? Rumah harus menjadi madrasah literasi pertama dengan menyediakan pojok baca yang nyaman dan menjadwalkan waktu membaca bersama tanpa gangguan gawai.

Berita Terkait :  Pj Bupati Tulungagung dan Dewan Teken Pakta Integritas Penyerahan KUA-PPAS 2025

Pihak sekolah pun perlu berinovasi. Perpustakaan sekolah tidak boleh lagi menjadi tempat yang sunyi, gelap, dan menegangkan. Ubahlah perpustakaan menjadi ruang yang estetik, interaktif, dan menyediakan koleksi buku yang relevan dengan psikologi perkembangan anak zaman sekarang. Kegiatan seperti tantangan membaca atau diskusi buku bulanan yang seru perlu digalakkan untuk memicu kompetisi yang sehat.

Melalui surat ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat-orang tua, guru, pemerintah, dan pegiat literasi-untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan bangsa. Mari kita kembalikan buku ke tangan anak-anak kita. Membudayakan membaca adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah rugi demi melahirkan generasi emas yang cerdas, kritis, dan berkarakter kuat.

Indra Kusuma
Pemerhati Pendidikan dan Orang Tua Murid Bermukim Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!