Gresik, Bhirawa – Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 14 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Surabaya menyelenggarakan kegiatan Workshop & Pendampingan Digital Marketing. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sukowati, Bungah, Kabupaten Gresik, pada Kamis (9/7/2026).
Program kerja ini bertujuan membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat dalam memahami transisi strategi pemasaran dari pola konvensional menuju ekosistem digital agar mampu bersaing secara mandiri.
Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya sekaligus narasumber utama dalam kegiatan ini, Mohammad Insan Romadhan, S.I.Kom., M.Med.Kom., memaparkan materi mengenai pentingnya pelaku usaha memahami perubahan perilaku konsumen di ruang digital.
Dalam penjelasannya, Wakil Dekan Fisip Untag ini membedah perkembangan strategi pemasaran global, mulai dari era yang berfokus pada produk (Marketing 1.0) hingga pentingnya pendekatan humanis yang berbasis empati pada era pemasaran modern (Marketing 3.0 hingga Marketing 5.0).
Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya merumuskan keunikan produk (Unique Selling Proposition) agar produk yang dipasarkan memiliki nilai lebih di mata konsumen.
Untuk memastikan pemahaman peserta tidak berhenti pada teori, acara dilanjutkan dengan sesi praktik terbimbing pembuatan konten promosi. Pada sesi ini, mahasiswa KKN mendampingi satu per satu pelaku usaha untuk mempraktikkan cara merancang kalimat promosi (copywriting) dan menampilkan visual produk yang menarik menggunakan gawai mereka masing-masing.
Chiara Ifani Mukti, salah satu mahasiswa pelaksana dari program studi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, menjelaskan bahwa pendampingan secara langsung ini dirancang agar para peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang telah disampaikan.
“Lewat sesi pendampingan pembuatan konten ini, kami mendampingi pelaku usaha di Desa Sukowati untuk mempraktikkan langsung cara penyusunan kalimat promosi yang memikat serta mengajarkan cara menampilkan visual produk di media digital secara mandiri,” jelas Chiara.
Sesi praktik ini mendapat respons yang sangat positif dari warga setempat. Ibu-ibu pelaku usaha di Desa Sukowati terlihat sangat antusias mempelajari cara-cara baru untuk mempromosikan produk dagangannya secara mandiri melalui media digital.
Salah satu mitra undangan yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak nyata yang membantu pelaku usaha kecil di desa dalam memahami cara pemasaran baru.
“Ya tentunya dari kegiatan workshop ini kita jadi banyak tahu hal baru ya, apalagi tentang era-era digital marketing yang sangat membuka pengetahuan kita soal gimana menjual produk ataupun jasa kita. Jadi benar-benar membantu kita pelaku UMKM kecil desa,” terangnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa KKN Untag Surabaya juga turut memonitor perkembangan penerapan media promosi digital para mitra selama sisa masa KKN berlangsung. Pendampingan berkala secara informal tetap dijalankan agar hambatan-hambatan teknis yang ditemui warga setelah workshop dapat segera diselesaikan bersama.
Melalui sinergi akademis dan model pendampingan langsung ini, KKN Reguler Kelompok 14 Untag Surabaya berharap literasi digital dasar yang telah dibagikan dapat diterapkan secara konsisten oleh warga, sehingga mampu mendukung keberlanjutan ekonomi pelaku UMKM di Desa Sukowati, Kec.Bungah, Kab.Gresik secara jangka panjang. [why]


