Gresik, Bhirawa – UMKM Kue dan jajanan pasar Dapur Al yang bertempat di Desa Sukowati, Kabupaten Gresik, kini resmi melangkah ke ranah digital. Langkah strategis ini terwujud melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan website yang diselenggarakan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Program pengabdian masyarakat ini digagas oleh Sub-Kelompok 5 dengan tujuan utama mendorong transformasi digital usaha di tingkat pedesaan. Langkah ini diambil guna menjawab tantangan persaingan di industri modern yang kian kompetitif dan menuntut adaptasi teknologi yang cepat.
Melalui kepemilikan situs resmi, Dapur Al kini memiliki infrastruktur digital untuk menampilkan profil usaha secara transparan. Keberadaan platform ini juga memungkinkan penyusunan katalog produk digital yang lebih rapi dan terstruktur untuk diakses oleh publik.
Selain berfungsi sebagai ruang pajang digital, website baru ini dirancang untuk melayani transaksi pelanggan secara langsung dan profesional. Sistem transaksi mandiri ini memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan pemesanan tanpa perantara.
Selama kegiatan berlangsung, pemilik dan pengelola Dapur Al mendapatkan asistensi teknis secara intensif dari tim fasilitator. Fokus utama dari program ini adalah memastikan terjadinya transfer pengetahuan yang mendalam mengenai pemanfaatan teknologi informasi.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi penguasaan navigasi dasbor situs secara menyeluruh. Pengelola diajarkan langkah-langkah teknis untuk mengoperasikan sistem internal website agar dapat dikelola secara mandiri di masa mendatang.
Saya dan rekan kelompkk juga memberikan panduan mengenai tata cara mengunggah dan memperbarui data produk secara berkala. Hal ini penting agar informasi mengenai ketersediaan produk yang ditampilkan selalu akurat dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Selain aspek teknis visual, pengelola dibekali kemampuan dasar dalam manajemen operasional halaman web. Edukasi ini mencakup penyusunan konten informasi agar platform tersebut mudah diakses dan dipahami oleh calon pembeli dari berbagai kalangan.
Langkah pembuatan website mandiri ini menjadi aset digital fundamental bagi Dapur Al dalam membangun kredibilitas usaha. Memiliki domain web resmi dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen baru yang belum mengenal produk ini sebelumnya.
Infrastruktur digital baru ini berfungsi sebagai pusat data dan toko daring mandiri yang memberikan kendali penuh kepada pemilik usaha. Dengan demikian, seluruh pencatatan data pengunjung dan traksi pasar dapat dipantau langsung oleh pihak internal Dapur Al.
Keberadaan website resmi ini sekaligus meminimalisasi risiko operasional akibat ketergantungan pada platform media sosial global. Perubahan algoritma yang kerap terjadi secara sepihak di media sosial sering kali menjadi kendala bagi stabilitas pemasaran digital UMKM.
Dengan saluran pemasaran baru yang beroperasi penuh, Dapur Al kini memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jangkauan pasar. Promosi produk tidak lagi terbatas pada wilayah lokal, melainkan terbuka luas hingga ke luar wilayah Kabupaten Gresik.
Pihak pengelola Dapur Al memberikan respons positif sepanjang jalannya program pendampingan ini. Pengelola menyatakan telah memperoleh pemahaman praktis yang cukup untuk mengoperasikan tata kelola platform digital secara mandiri.
Melalui skema pendampingan yang terstruktur ini, digitalisasi UMKM Dapur Al di Desa Sukowati diproyeksikan mampu memperkuat stabilitas ekonomi internal. Program ini sekaligus diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi akselerasi transformasi digital sektor UMKM lain di wilayah Kabupaten Gresik. [*]
Reporter: Gita Dina Marina Yuliandari Hasibuan, mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sub-Kelompok 5, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukowati, Kabupaten Gresik.


