31.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 16, 2026
spot_img

Gus Salam Sebut Tambakberas Jombang Akar Sejarah Lahirnya NU

Jombang, Bhirawa – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyampaikan, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang dinilai layak menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang bakal digelar pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Menurut Gus Salam, Ponpes Bahrul Ulum  Tambakberas memiliki nilai historis yang sangat kuat dalam perjalanan perjuangan ulama hingga lahirnya Nahdlatul Ulama (NU).

Pesantren yang berdiri sejak tahun 1825 tersebut bahkan disebut sebagai pesantren tertua di Kabupaten Jombang.

“Walaupun secara usia dari tiga pendiri NU yang paling sepuh adalah Mbah Hasyim, tetapi pesantren yang tertua di Jombang itu Tambakberas, karena usianya sudah dua abad,” ujar Gus Salam, Kamis (16/07).

Gus Salam menuturkan, sejumlah pesantren besar di Kabupaten Jombang memiliki keterkaitan sejarah dengan Tambakberas. Termasuk Ponpes Tebuireng dan Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar.

Masih menurut Gus Salam, Ponpes Tebuireng yang didirikan KH Hasyim Asy’ari memiliki hubungan historis melalui keluarga Kiai Utsman yang makamnya berada di kawasan Tambakberas.

Kemudian Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar berdiri di atas tanah yang diberikan KH Hasbullah, ayah dari KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU.

“Sesungguhnya Denanyar dan Tebuireng juga asal usulnya dari Tambakberas,” tutur Gus Salam.

Gus Salam menilai, penetapan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU 2026 juga menjadi jalan tengah atas dinamika panjang penentuan lokasi yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Berita Terkait :  Ketua Sementara DPRD Nganjuk Umumkan Pembentukan Fraksi

Dikatakannya, penunjukan Tambakberas merupakan sebuah solusi dari dinamika yang terjadi dalam penunjukan tempat maupun waktu.

Gus Salam menambahkan, sebelum diputuskan di Jombang, terdapat tiga daerah yang menguat sebagai calon tuan rumah Muktamar NU ke-35 tahun 2026. Yakni Ponpes Lirboyo di Kediri, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jakarta bahkan sempat menjadi kandidat terkuat karena mendapat dukungan dari 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Selain itu, Jakarta dinilai memiliki akses transportasi yang lebih mudah bagi peserta dari berbagai daerah.

“Awalnya yang menguat tiga. Lirboyo, NTB sama Jakarta. Bahkan menjelang penentuan itu yang menguat Jakarta karena ada dorongan dari 23 PWNU yang menginginkan Muktamar di Jakarta,” ungkap Gus Salam.

Meski begitu, rapat gabungan PBNU akhirnya menetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

Gus Salam melanjutkan, keputusan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jombang. Karena untuk kedua kalinya Jombang dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU.

“Kami ikut bahagia, ikut bangga karena Kota Jombang ditunjuk lagi untuk yang kedua kalinya menjadi tuan rumah. Apalagi di sini juga disemayamkan tiga pendiri Nahdlatul Ulama,” ucap Gus Salam.

Gus Salam pun berharap, Muktamar NU ke-35 tahun 2026 dapat berlangsung dengan teduh, bermartabat, serta menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan organisasi dan kepemimpinan NU.

Berita Terkait :  Ketua Komisi X DPR RI Dorong Penguatan Sosialisasi, Sarpras dan Diferensiasi TKA Berbasis Karakter Daerah

“Kami sangat berharap pelaksanaan muktamar ini bisa berlangsung dengan teduh, bermartabat, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik terkait isu-isu strategis maupun kepemimpinan yang benar-benar bermanfaat serta sesuai harapan warga NU,” tutup Gus Salam. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!