28.4 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

SRT Sampang jadi SR Terluas di Indonesia, Khofifah Apresiasi Fasilitas Lengkap


Pemprov, Bhirawa – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang dipastikan menjadi kawasan Sekolah Rakyat Terluas di Indonesia. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 hektare dengan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu, SRT Sampang dinilai menjadi model pendidikan inklusif yang siap mencetak sumber daya manusia unggul dari keluarga prasejahtera.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau progres pembangunan SRT Sampang di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, Selasa (21/7). Dalam kunjungannya, Khofifah mengaku terkesan dengan kesiapan fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut.

“Kategori SRT mulai SD, SMP dan SMA ternyata area terluas se-Indonesia, total 12 hektare. Jadi Kabupaten Sampang luar biasa, bisa menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk Sekolah Rakyat Terpadu,” ujar Khofifah.

Menurutnya, luas kawasan tersebut memungkinkan seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah terintegrasi dalam satu kompleks dengan fasilitas yang memadai. SRT Sampang tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga didukung sarana pendidikan dan pengembangan karakter yang lengkap.

Fasilitas yang telah disiapkan antara lain asrama siswa, ruang kelas digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, masjid, lapangan sepak bola, lapangan bola basket, lapangan bola voli, hingga jogging track berlapis rubber.

“Kita tadi juga sudah mencoba rubber untuk jogging track, kemudian ada asrama, ruang belajar, masjid dan tempat olahraga yang juga luar biasa seperti lapangan sepak bola, bola basket dan bola voli,” katanya.

Berita Terkait :  PT Jamkrida Jatim Kembangkan Layanan Berbasis IT

Khofifah menjelaskan, keberadaan SRT merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2. Seluruh layanan pendidikan diberikan secara gratis sehingga diharapkan mampu menjadi solusi efektif memutus mata rantai kemiskinan.

“SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu Desil 1 dan 2. Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga, masyarakat, bangsa dan negara sehingga cita-cita yang mereka susun tercapai semuanya,” ujarnya.

Selain pendidikan akademik, SRT Sampang juga akan mengembangkan pendidikan karakter dan spiritual melalui konsep pesantren. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial akan menyiapkan guru mengaji agar peserta didik memperoleh penguatan karakter, termasuk kesempatan menghafal Al-Qur’an dan mengikuti berbagai kegiatan positif.

Khofifah menegaskan pembangunan SRT merupakan implementasi komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi keluarga prasejahtera sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan, Jawa Timur merencanakan pembangunan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi permanen. Sementara SRT rintisan telah berjalan di Ponorogo dan Banyuwangi.

Untuk SRT Sampang sendiri, progres pembangunan ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan. “Semua sudah terukur dan kerjanya tiga sif. Empat hari lagi insya Allah sudah 100 persen,” ungkapnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang akan menampung 224 peserta didik, terdiri atas 27 siswa SD, 108 siswa SMP, dan 89 siswa SMA. Jumlah tersebut akan bertambah melalui skema titipan siswa dari sejumlah kabupaten di Madura Raya. Sementara kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026 setelah seluruh kesiapan sarana dan tenaga pendidik terpenuhi. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Unusa jadi Co-Host Forum Internasional ICDP 2026 di Bali

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!