Kota Probolinggo, Bhirawa – Rencana penyertaan modal sebesar Rp9,85 miliar kepada PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) dalam KUA-PPAS APBD 2027 mendapat sorotan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Probolinggo. Meski menilai proyeksi bisnis BTT terlalu optimistis, mayoritas anggota Banggar tetap mendukung tambahan modal tersebut dengan catatan perusahaan mampu mewujudkan target yang telah dipaparkan.
Direktur PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, Noviyadi, mengatakan tidak ada kendala berarti dalam pembahasan bersama Banggar. Menurutnya, yang menjadi perhatian dewan adalah target pendapatan dan keuntungan yang dinilai cukup tinggi untuk perusahaan yang baru memasuki tahun kedua penyertaan modal.
“Banggar hanya mempertanyakan kenapa kami begitu optimistis. Kami sampaikan, namanya usaha tentu harus optimistis. Kendala tidak ada,” ujarnya usai rapat Banggar DPRD Kota Probolinggo, Selasa (21/7).
Ia menjelaskan fokus utama BTT tetap berada pada sektor stevedoring atau pelayanan kepelabuhanan, termasuk jasa angkut dari dan menuju pelabuhan maupun kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mayangan.
Noviyadi mengakui sempat melontarkan istilah “palugada” dalam pemaparannya. Namun, menurutnya hal itu hanya menggambarkan semangat perusahaan untuk menangkap berbagai peluang usaha yang sesuai dengan ketentuan.
“Kami tetap fokus di bidang usaha utama. Konsep palugada hanya menggambarkan kesiapan kami menangkap peluang yang ada, tentu tetap memperhatikan ketentuan KBLI,” katanya.
Pada tahun kedua penyertaan modal tersebut, BTT mengusulkan tambahan modal sebesar Rp9,85 miliar. Dengan tambahan itu, perusahaan menargetkan mampu menyetorkan dividen atau kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp900 juta hingga Rp1 miliar pada 2028.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng Prastyani, mengaku masih meragukan target yang dipaparkan direksi karena usia perusahaan yang baru berdiri.
Menurutnya, Banggar meminta BTT fokus memperkuat kinerja agar tidak kembali mengalami kerugian seperti yang sempat terjadi sebelumnya.
Selain itu, Santi juga menyoroti rencana belanja pegawai yang mencapai hampir Rp900 juta pada 2027. Ia meminta direksi membuka rincian gaji pegawai sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran perusahaan milik daerah.
“Saya meminta rincian gaji pegawai. Ini untuk transparansi karena BTT adalah perseroda milik Pemerintah Kota Probolinggo, apalagi saat ini semua sedang melakukan efisiensi anggaran,” katanya.
Ia juga berharap proses rekrutmen pegawai ke depan dilakukan secara terbuka sehingga mampu memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Ryadlus Sholihin Firdaus, menyatakan mendukung penuh penyertaan modal kepada BTT sesuai amanat peraturan daerah.
Menurutnya, pemaparan rencana bisnis yang disampaikan direksi cukup meyakinkan sehingga anggaran penyertaan modal sebesar Rp9,85 miliar perlu disiapkan secara utuh.
“Saya mendukung penuh penyertaan modal sesuai yang direncanakan sekitar Rp9,85 miliar dan tidak dikurangi sedikit pun agar perusahaan dapat berkembang sesuai target,” ujarnya. [fir.kt]


