28.1 C
Sidoarjo
Thursday, July 23, 2026
spot_img

Resah Peluru Nyasar, Warga Alastlogo Pasuruan Blokir Total Jalur Pantura

Ratusan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan demonstrasi dan memblokir total jalan nasional Pantura Pasuruan-Probolinggo, tepat di depan Makolatmar TNI Angkatan Laut, Kamis (23/7). bhirawa/hilmi husain

Urat Nadi Logistik Jawa-Bali Lumpuh Lebih dari 5 Jam

Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Rasa cemas dan ketakutan yang tertimbun bertahun-tahun akhirnya memuncak menjadi gelombang protes terbuka. Ratusan warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi demonstrasi dan memblokir total jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Pasuruan-Probolinggo, tepat di depan Markas Komando Latihan Marinir (Makolatmar) TNI Angkatan Laut, Kamis (23/7).

Aksi pemblokiran jalan utama penghubung Jawa dan Bali ini dipicu akumulasi keresahan warga atas aktivitas latihan tempur yang kerap memuntahkan peluru nyasar ke pemukiman penduduk. Kejadian yang berulang dalam sepekan terakhir dinilai warga sudah sangat membahayakan keselamatan jiwa warga sipil.

Ketegangan di area pemukiman warga Desa Alastlogo meningkat tajam selama satu minggu terakhir. Suara dentuman dan letusan senjata dari kawasan latihan tempur yang lokasinya berdekatan dengan rumah warga tidak lagi sekadar menghadirkan bising, melainkan ancaman maut secara nyata.

Beberapa kali proyektil peluru menembus atap seng dan genteng rumah-rumah warga. Keresahan itu juga diperparah oleh insiden yang nyaris memakan korban jiwa dari anggota keluarga pimpinan desa setempat.

”Bahkan keponakan saya sendiri hampir saja kena peluru nyasar. Masa kami harus menunggu sampai ada warga yang meninggal dunia baru ada tindakan. Kami minta aktivitas latihan tempur ini segera dihentikan total,” tegas Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto.

Berita Terkait :  Bupati dan Wabup Launching Parkir Non-Tunai di RSUD Bangkalan

Sugianto menjelaskan, aksi turun ke jalan yang dilakukan ratusan warga ini murni merupakan aksi spontanitas meluapkan kekhawatiran yang sudah di ambang batas. Meski belum ada korban jiwa yang jatuh, ketakutan trauma masa lalu menyelimuti benak seluruh warga.

Ketakutan warga Alastlogo tidak timbul tanpa alasan historis. Istilah ‘Alastlogo Jilid II’ berulang kali dilontarkan para demonstran sebagai pengingat akan memori kelam konflik sengketa lahan antara warga dan aparat yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

”Memang belum ada korban jiwa. Tapi warga sangat takut, jangan sampai terulang kejadian Alastlogo Jilid II,” ucap Sugianto di tengah kerumunan massa yang bertahan di jalan raya.

Kondisi semakin memanas ketika Sugianto mengaku menerima nada ancaman dari pihak luar melalui pesan di telepon selulernya seiring keterlibatannya mendampingi aksi warga.

“Saya dan rekan saya mendapat ancaman dari oknum. Bahkan disebutkan kami akan menjadi Alastlogo Jilid II. Tapi, ancaman itu tidak menyurutkan langkah kami. Kami akan tetap bertahan menduduki jalan sampai ada kepastian,” cetus Sugianto.

Samak, salah seorang warga Desa Alastlogo, mengaku sengaja menutup warung tempatnya mengais rezeki seharian penuh untuk bergabung dalam barisan pemblokiran jalan di depan Makolatmar Grati.

”Kami warga tetap bertahan, Pak, sampai mereka (pihak TNI AL) menemui kami secara langsung dan memberikan jaminan penghentian latihan,” kata Samak dengan nada tegar.

Berita Terkait :  Wakapolres Jombang Tinjau Pospam dan Posyan Operasi Lilin Semeru 2024

Penutupan total jalan nasional Pantura Pasuruan-Probolinggo menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer dari kedua arah. Truk angkutan barang, bus antarkota dan kendaraan pribadi terjebak kemacetan parah sejak pukul 11.00 WIB hingga malam hari. Hingga Kamis sore pukul 17.00 WIB, penutupan jalan masih terus berlangsung. Kemacetan total tak terhindarkan di sepanjang urat nadi transportasi Pantura.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Komando Latihan Marinir (Makolatmar) maupun pihak TNI Angkatan Laut terkait tuntutan penghentian latihan tempur dan dugaan peluru nyasar. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!