28.6 C
Sidoarjo
Monday, October 12, 2026
spot_img

Rangkaian Edufair 2026, Smamda Surabaya Hadirkan Puluhan Dosen Tamu

Surabaya, Bhirawa. – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menggelar agenda tahunan EduFair 2026 sebagai sarana untuk memfasilitasi dan membimbing siswa kelas XII menentukan arah pendidikan ke jenjang lebih tinggi yakni Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, maupun sekolah kedinasan. Edufair ini melibatkan 31 perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).

Rangkaian edufair dibagi dua. Hari pertama, Senin (12/10), diisi presentasi dari dosen tamu untuk kelas XII dengan berbagai jurusan yang menjadi pilihan favorit para siswa diantaranya Fakultas Kedokteran. Sedangkan hari kedua akan digelar pameran kampus yang terbuka untuk kelas X, XI, dan siswa kelas XII, serta sekolah sekitar, juga orang tua dan umum.

Menurut Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz Mukhlasin ST MPd, rangkaian kegiatan EduFair 2026 ini dikemas dalam dua tahap utama. Pada hari pertama diisi dengan sesi presentasi interaktif dari perwakilan kampus, sedangkan hari kedua difokuskan pada pameran pendidikan (pameran kampus) yang terbuka tidak hanya untuk 344 siswa kelas XII Smamda, namun juga siswa kelas X, XI, sekolah sekitar, hingga para orang tua murid.

Ustadz Mukhlasin menjelaskan, EduFair bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai dunia perkuliahan agar siswa tidak salah dalam mengambil jurusan.

”Kami ingin memberikan pemahamkan para siswa tentang pendidikan lanjut. Kini banyak sekali jurusan baru yang dibuka di perguruan tinggi. Pembelajaran di perkuliahan itu berbeda dengan SMA. Jangan sampai nanti sudah masuk, baru bilang ‘Lho kok begini?’, lalu harus start dari awal lagi. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah mencoba dekatkan pemahaman itu,” ujarnya.

Berita Terkait :  Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Pasuruan Pacu Luas Tanam Padi

Mukhlasin menegaskan, selain pengenalan jurusan, EduFair 2026 juga mengedukasi siswa mengenai iklim pembelajaran perguruan tinggi yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, serta pemahaman akan berbagai jalur seleksi masuk kampus. ”Kami berharap, para alumni nantinya tidak menjadi ‘mahasiswa parkiran’ yang hanya berkumpul tanpa fokus belajar,” tegasnya.

”Edukasi perguruan tinggi di Smamda Surabaya tidak digelar secara mendadak. Pembekalan telah dilakukan sejak kelas X melalui program Pembelajaran Luar Kelas yang dikenal sebagai FISA (Field Trip Study Activities).

Melalui Program FISA, para siswa juga diajak berkunjung langsung ke kampus-kampus dan mencoba fasilitas laboratorium. Untuk kelas X, kunjungan difokuskan di area Surabaya (seperti Unair dan ITS), kelas XI menjangkau Malang dan sekitarnya. ”Sedangkan, kelas XII direncanakan melakukan orientasi kampus hingga ke Semarang dan Bandung pada Januari 2027 mendatang,” ungkapnya.

Langkah pendampingan intensif ini terbukti membuahkan hasil manis. Pada periode sebelumnya, lebih dari 30% siswa kelas XII (sekitar 107 siswa) berhasil lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan atau prestasi, di luar jalur tes dan kedinasan.

Berdasarkan data kuesioner internal sekolah, jurusan Kedokteran masih menjadi primadona utama, terutama bagi siswa kelas Internasional. Sedangkan, untuk pilihan kampus, mayoritas siswa cenderung memilih universitas kelas atas (top-grade). Selain perguruan tinggi negeri/swasta umum, minat siswa terhadap sekolah kedinasan (seperti militer/Akmil, pelayaran dan perhubungan) juga terbilang cukup tinggi. Di sisi lain, mengenai peluang kuliah di luar negeri, pihak sekolah rutin memfasilitasi sosialisasi dan pameran dari lembaga internasional (seperti perwakilan dari China dan Taiwan).

Berita Terkait :  Bupati Lamongan Pasarkan Produk Lokal Lamongan pada Mahasiswa Mancanegara

Meski demikian, Mukhlasin mengakui jumlah siswa yang melanjutkan ke luar negeri masih berkisar 5-6 anak per tahun. ”Faktor utama yang kerap menjadi pertimbangan bukanlah persoalan biaya atau beasiswa, melainkan keengganan orang tua untuk melepas anak study terlalu jauh dari rumah,” terangnya.

Melalui edukasi dan pameran yang terbuka untuk umum ini, Smamda Surabaya berharap tidak hanya siswanya sendiri yang mendapatkan manfaat, namun juga masyarakat umum dan orang tua yang ingin berkonsultasi mengenai masa depan pendidikan putra-putrinya. [fen.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!