26.5 C
Sidoarjo
Sunday, October 11, 2026
spot_img

Nyoman Cantiasa Pastikan Bangun PHDI Jadi Rumah Besar Hindu Nusantara

Nyoman Cantiasa bersama Sekjen PHDI Pusat I Nyoman Gde Agus Asrama (kanan) usai penutupan Mahasabha XIII di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (11/10/2026). tjitjiek rahayu soerjo/bhirawa.

Jakarta, Bhirawa.. Letjen TNI I Nyoman Cantiasa terpilih sebagai Ketua PHDI Pusat masa bakti 2026-2031 dalam Mahasabha XIII yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Sabtu (10/10/2026) malam. Dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, Nyoman Cantiasa didampingi Sekjen, I Nyoman Gde Agus Asrama. Atas terpilihnya sebagai ketua, Nyoman Cantiasa bersyukur kepada Ida Sang Yang Widhi Wasa.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta Mahasabha yang telah memberikan mandat kepadanya menjadi Ketua PHDI Pusat. Sebagai ketua baru, dia akan segera menindaklanjuti dan menjalankan rekomendasi yang telah dihasilkan dari Mahasabha XIII. Untuk itu, dia akan membangun PHDI menjadi rumah besar Hindu nusantara.

“Kami akan segera membangun PHDI menjadi rumah besar Hindu nusantara. Inilah tempat tinggal kita dan bagaimana kita merawat umat Hindu, bagaimana kita menentukan masa depan umat Hindu ke depan di Parisadha Hindu Dharma Indonesia. Mohon doanya semua. Semoga PHDI ke depan semakin jaya dan bisa menjadi pengayom seluruh umat Hindu seluruh nusantara,” ujar Nyoman Cantiasa usai penutupan, Minggu (11/10/2026).

Langkah pertama Nyoman Cantiasa adalah melakukan konsolidasi ke dalam. Dimana, dia akan segera mengumpulkan tokoh-tokoh maupun pengurus parisadha untuk membahas dan melaksanakan rekomendasi dari hasil Mahasabha XIII.

Berita Terkait :  Komisi V DPR RI: Swasembada Pangan Terancam Jika Irigasi Dipangkas 61 Persen

Menurut Mantan Wakil Kepala BIN ini, rekomendasi dari Mahasabha merupakan masukan dari PHDI-PHDI di provinsi, kabupaten/kota, sehingga akan segera dia laksanakan.

“Semoga apa yang menjadi harapan umat Hindu seluruh nusantara ini akan kita jawab. Akan kita jadikan PHDI betul-betul pengayom, pelindung dan harapan semua umat Hindu nusantara,” paparnya.

Tak ketinggalan, dia juga memiliki rencana melakukan kunjungan ke kantong-kantong umat Hindu dari Sabang hingga Merauke. Pasalnya, PHDI dari provinsi, kabupaten/kota telah menyampaikan kepadanya, jika umat Hindu di daerah-daerah perlu ditengok, dilihat dan dikunjungi agar terbangun komunikasi dan silaturahmi. Khususnya, di daerah pedalaman yang memiliki tradisi seperti di Tengger dan Kaharingan

Kemudian, dia juga akan bersinergi dengan pemerintah. Terutama dengan kementerian agama. Terlebih, dalam penutupan Mahasabha XIII, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi’i, telah memberi masukan, petunjuk dan arahan bagaimana ke depan umat Hindu harus terus berkomunikasi dan membangun kerja sama dengan pemerintah yaitu dengan Kementerian Agama.

Diketahui, dalam Mahasabha selain Nyoman Cantiasa, calon lainnya adalah AAGN Ari Dwipayana. Ari Dwipayana pun, mengucapkan selamat dengan terpilihnya Nyoman Cantiasa sebagai Ketua PHDI Pusat. Begitu pula dengan Ketua Sabha Pandita dan Ketua Sabha Walaka. Bagi Ari, saat pemilihan Sabtu (10/10/2026) kemarin adalah moment penting di tengah Tumpek Wayang.

Lantaran telah terjadi proses pemilihan dan musyawarah mufakat dalam menentukan kepengurusan PHDI Pusat masa bakti 2026-2031. Setelah pemilihan itu, para calon bersatu kembali.

Berita Terkait :  Pemerintah Perlu Berikan Beasiswa Anak dan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Menurut Ari Dwipayana, tantangan ke depan sangat besar. Aspirasi dan ekspektasi umat juga banyak. Oleh karena itu, kepemimpinan baru harus bisa memberikan arah yang jelas.

Dia mengibaratkan PHDI sebagai perahu besar, sehingga harus tahu kemana arah tujuannya melangkah. Dia yakin, PHDI dibawah komando Nyoman Cantiasa bakal berjalan baik, karena nahkodanya adalah sosok yang handal dan tangguh dalam menghadapi semua tantangan serta gelombang.

Meski begitu, Ari Dwipayana berpesan agar rekonsolidasi dan transformasi harus kuat dan saling melengkapi. Karena itu, Ari Dwipayana berharap kepengurusan baru tidak hanya mementingkan rekonsiliasi persatuan, tetapi juga mendorong transformasi seperti yang sudah dia sampaikan dalam visi dan misinya.

“Harapan saya, itu juga bisa dipertimbangkan oleh kepemimpinan yang baru. Tak kalah penting adalah persoalan tata kelola organisasi. Ini penting supaya kita cepat menghadapi dinamika yang terjadi. Juga perbaikan transparansi dan akuntabilitas biaya organisasi supaya parisadha menjadi mandiri, tidak tergantung hanya pada satu sumber,” papar Ari Dwipayana.

Selain itu, memperhatikan pemberdayaan umat. Di mana, parisadha hadir dalam persoalan-persoalan kepemimpinan, pengangguran, soal angka bunuh diri tinggi, persoalan yang terkait dengan sektor-sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Parisadha harus hadir di tengah umat. Dan komunikasi parisadha pusat dan daerah harus diperbaiki ke depan,” jelas Ari Dwipayana.

Terkait apakah dirinya akan masuk dalam susunan kepengurusan PHDI, Ari Dwipayana mengatakan, dia telah menyampaikan ke Nyoman Cantiasa, dia mendukungnya sebagai Ketum PHDI terpilih. Namun, tidak mesti masuk dalam kepengurusan. Melainkan dari luar juga bisa, karena untuk umat tidak mesti berada di dalam parisadha.

Berita Terkait :  Tingkatkan Literasi Wartawan, BCA SyariahSelenggarakan Workshop Literasi Keuangan

“Intinya, saya mendukung kepemimpinan beliau dan siap bekerja sama,” imbuh Ari Dwipayana. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!