27.2 C
Sidoarjo
Wednesday, July 1, 2026
spot_img

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkot Pasuruan Pacu Luas Tanam Padi

Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemkot Pasuruan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas kedaulatan pangan regional guna menyokong program swasembada pangan nasional.

Melalui Dinas Pertanian, Perikanandan Ketahanan Pangan (DPPKP), pemerintah daerah secara resmi mematok target Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 2.159 hektare sepanjang tahun 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai strategi terintegrasi untuk mendongkrak produktivitas gabah di tengah dinamika iklim dan tantangan pemanfaatan lahan perkotaan.

Kepala DPPKP Kota Pasuruan, Mualif Arif, menyampaikan penetapan target LTT tahun ini didasarkan pada evaluasi berkala dan pemetaan potensi wilayah yang matang.

Peningkatan target itu dinilai realistis mengingat performa sektor pertanian Kota Pasuruan yang menunjukkan tren positif pada periode sebelumnya.

“Adapun target LTT Kota Pasuruan tahun 2026 ini ditetapkan sebesar 2.159 hektare. Ini merupakan bagian dari strategi kami dalam mendorong kenaikan produksi padi secara berkelanjutan,” ujar Mualif, Rabu, (1/7).

Tentu saja optimisme Pemkot Pasuruan bukan tanpa alasan. Pada tahun 2025, DPPKP awalnya menetapkan target LTT sebesar 2.038 hektare.

Namun, berkat kerja keras para petani di lapangan serta pengawasan yang efektif, realisasi menanam justru melesat melampaui target hingga mencapai 2.379 hektare.

Untuk mempertahankan sekaligus mengoptimalkan capaian tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah taktis. Salah satu pilar utamanya adalah melakukan optimalisasi lahan baku sawah yang tersedia agar tidak ada potensi lahan pertanian yang telantar atau tidak produktif.

Berita Terkait :  Kapendam V/Brawijaya Tegaskan Netralitas TNI bagi Prajurit

Selain itu, manajemen pola tanam kini dirancang secara lebih terukur.

“Penjadwalan masa tanam diselaraskan dengan ketersediaan sumber daya air dan karakteristik spesifik di setiap wilayah tapak guna menekan risiko gagal panen,” jelas Mualif.

Untuk memastikan target 2.159 hektare tersebut tercapai secara maksimal, Pemkot Pasuruan juga memberikan jaminan penuh terhadap ketersediaan sarana produksi pertanian (saprodi).

Pasokan benih unggul, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan) dipastikan didistribusikan secara tepat waktu dan tepat sasaran sesuai kebutuhan rill kelompok tani.

Di sisi lain, aspek pengawalan di lapangan menjadi fokus krusial melalui intervensi berlapis. Yakni, dengan cara penyuluhan intensif, dengan mengerahkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) secara melekat untuk mendampingi petani pada setiap tahapan budidaya.

Lalu, deteksi dini hama yang muaranya ada peningkatkan frekuensi pengamatan di lapangan guna mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara dini.

Kemudian, standardisasi teknik yang mendorong implementasi Good Agricultural Practices (GAP) untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus menjaga kelestarian lingkungan usaha tani.

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang kerap tidak menentu, DPPKP Kota Pasuruan juga mulai menerapkan pendekatan berbasis riset lokal. Petani didorong untuk menggunakan varietas padi yang adaptif terhadap kerentanan wilayah masing-masing.

“Kami juga melakukan studi varietas padi yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi dan sebaran OPT, seperti penggunaan varietas padi yang tahan rendaman air pada saat hujan ekstrem,” urai Mualif. [hil.dre].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!