29.2 C
Sidoarjo
Thursday, May 7, 2026
spot_img

Puncak Peringatan BBGRM XXIII dan HKG PKK di Bojonegoro, Perkuat Budaya Gotong Royong

Pemkab Bojonegoro, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Taman Pinggir Gawan, Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kamis (7/5/). Kegiatan yang dirangkai dengan Aktualisasi Bulan Bakti Gotong Royong Provinsi Jawa Timur itu menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong dan kemandirian desa.

Rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon bersama, pemberian santunan kepada anak yatim, penebaran bibit ikan, serta peluncuran Program Pengembangan Gayatri oleh PKK. Suasana semakin semarak dengan penampilan pencak silat dari putra daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, gotong royong merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, semangat kebersamaan mampu mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat. “Gotong royong menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan pembangunan. Semangat ini harus terus ditumbuhkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujar Wahono.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan. Dalam momentum HKG PKK, Wahono menyampaikan apresiasi terhadap peran ibu yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kualitas keluarga. “Karena keluarga adalah cerminan negara, maka penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Budi Raharjo menilai Bojonegoro memiliki modal sosial yang kuat untuk mengembangkan budaya gotong royong. Karakter masyarakat yang religius dan agraris dinilai mendukung tumbuhnya nilai kekeluargaan serta musyawarah mufakat. Menurut Budi, tantangan ke depan bukan hanya menjaga aktualisasi gerakan gotong royong, tetapi juga memastikan keberlanjutannya agar mampu membangun ketahanan masyarakat desa.

Berita Terkait :  Bupati Sidoarjo Peringatkan Kelola Keuangan agar Tak Berurusan dengan Kejaksaan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro Djoko Lukito menjelaskan, BBGRM bertujuan meningkatkan kepedulian dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berbasis kebersamaan. “Esensi kegiatan ini adalah melestarikan budaya saling mendukung dan terbuka antarmasyarakat melalui gotong royong,” ujarnya.

BBGRM tahun ini mengusung tema “Perkuat Semangat Gotong Royong, Kita Kembangkan Kemandirian Desa Menuju Pembangunan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara”. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan dan layanan kepada masyarakat.

Penanaman pohon bersama puncak peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Bojonegoro

Bantuan itu antara lain bibit sayuran, benih ikan tawes, bibit hijauan pakan ternak, pohon trembesi dan tabebuya, paket sembako, beasiswa pendidikan, hingga layanan keluarga berencana dan perpustakaan keliling. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga melaksanakan pembangunan jembatan sepanjang 22 meter dengan nilai Rp 2,04 miliar untuk mendukung konektivitas masyarakat desa.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan, Program Pengembangan Gayatri difokuskan pada peningkatan gizi keluarga melalui konsumsi protein hewani dan pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. “PKK terus mendorong keluarga agar lebih mandiri dan produktif demi mendukung terwujudnya generasi sehat dan berkualitas,” katanya.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!