Masyarakat transportasi sedunia sedang menengok Indonesia.Karena hanya dalam sepuluhhari terjadi kecelakaan yang melibatkan berbagai moda transportasi. Kereta-api, danmobil tangki BBM (Bahan Bakar Minyak). Fatalitas kecelakaan sangat parah. Korban jiwa mencapai 40 orang tak tertolong. Semakin sering terjadi kecelakaan lalulintas, menimbulkan ke-pilu-an mendalam keluarga korban. Karena kesalahan setitik (human error) menyebabkan korban jiwa di jalan.
Kecelakaan lalulintas dengan efek fatalitas, layak disebut sebagai tragedi. Seperti tragedi tabrakan maut dua kereta-api (KA), di Bekasi Timur, Jawa Barat. KA Argo Bromo Anggrek rute Jakarta-Surabaya, menyerudukKRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang. Dengan kecepatan penuh (110 Kilometer per-jam) lokomotif KAArgo Bromo Anggrek sampai masuk ke gerbong paling belakang Commuter Line.Terdengar dentuman keras. Penumpang gerbong 12 (sebagai Kereta Khusus Wanita, KKW) bagai dilempar sekeras-kerasnya.
Seketika penumpang KRL tumpah di gerbong. Korban meninggal dunia tercatat 16 jiwa tak tertolong, dan sekitar 70 lainnya dievakuasi ke rumah sakit. Pemicu awalnya, taksi listrik mogok di perlintasan, diseruduk KRL Commuter Line rute Cikarang-Jakarta. KRLyang menyeruduk taksi listrik, diberi kode 5181 berstatus “Perjalanan Luar Biasa,” (PLB). Kode 5181, berarti berhenti untuk dievakuasi. Tak lama, KRL lain datang dari arah berlawanan juga berhenti,diberi kode status 5568, yang berarti ada gangguan di depan.
Namun dari arah yang sama (Jakarta) datang KA Argo Bromo Anggrek melaju normal, dengan kecepatan penuh.Titik permasalahan, adalah komunikasi antara Stasiun Bekasi Timur dengan KA Argo Bromo Anggrek.Seharusnya juga diberi status kode 5568. Namun konon komunikasi terkendala sistem per-sinyal-an. Sehingga tidak terdapat sinyal (kode), menyebabkan KA Argo Bromo Anggrek berjalan normal.
Tragedi KA menabrak KRL di Bekasi Timur, 27 April 2026, menjadi berita sedunia. Lengkap dengan gambarlokomotif KA Anggrek masuk ke gerbong KRL. Ironisnya, hanya berselang empat hari, pada 1 Mei, terjadi lagi, tragedi hampir persis. KA Argo Bromo Anggrekrute Jakarta-Surabayamenabrak mobil minibus, di perlintasan tanpa palang pintu, di Grobogan, Jawa Tengah. Korban jiwa sebanyak 5 orang. Tragedi disebabkan human error, karena cuaca berkabut dinihari pukul 02:52, pengemudi minibus tidak melihat KA melintas.
Namun tak lama pula,pada Rabu siang (6 Mei), terjaditragedi bus angkutan umum ALS (Antar Lintas Sumatera), menabrak mobil tangki BBM. Seketika kedua kendaraan terbakar hebat. Seisi kedua kendaraan terbakar. Seluruh penumpang (14 orang) bus ALS, mati terbakar. Begitu pula sopir dan kernet truk tangki BBM, hangus terbakar. Korban sebanyak 16 jiwa. Penyebab kendaraan diduga human error.Sopir bus ALS coba menghindari lubang pada kondisi jalur menurun di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Berdasar data Korlantas Mabes Polri, selama mudiklebaran 2026, kecelakaan turun. Terjadi 3.517 kasus. Tetapi jumlah korban meninggal dunia masih sebanyak 106 jiwa saat mudik lebaran2026 (pada 6 hari operasi awal). Pada tahun 2026 secara khusus terjadi kecelakaan di perlintasan KA sebanyak 25 kasus.Masih sangat banyak kendaraan bermotor (mobil, dan sepedamotor) menerobos palang pintu perlintasan.
Secara umum Indonesia masih sangat memprihatinkan dalam risiko kematian (fatalistik) akibat kecelakaan lalulintas. Dilaporkan angka tragedi selalu menurun setiap tahun.Tetapi selalu menjadi negara dengan masalah keselamatan di jalan yang krusial. Masih perlu penegakan hukum sistemik pemberlakuan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas. Termasuk kepada kalangan penyelenggara jalan (pemerintah).
——— 000 ———


