30.6 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Persiapan Kota Batu Menuju Kota Kreatif Indonesia

Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen untuk menjadikan daerah ini sebagai Kota Kreatif Indonesia. Karena itu Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDÀ) Kota Batu ini bersama Komite Ekonomi Kreatif kota setempat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Uji Petik/Verifikasi Lapangan dalam rangka Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Tahun 2026.

Rakor yang dilaķsanakan di Ruang Rapat BPSDA, Gedung A Lantai 3, Balai Kota Among Tani merupakan tindak lanjut atas rencana pelaksanaan uji petik/verifikasi lapangan oleh Tim Kementerian Ekonomi Kreatif Pusat. “Pembahasan rakor ini meliputi substansi dan data dukung yang telah disampaikan Pemerintah Kota Batu melalui Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu dalam proses pengusulan Kota Batu sebagai Kota Kreatif Indonesia,” ujar Emilyati MSi, Ķepala BPSDA Kota Batu, Selasa (28/7).

Kegiatan dihadiri oleh pejabat dan staf dari perangkat daerah terkait yang membidangi ekonomi kreatif serta unsur pendukung lainnya. Melalui koordinasi ini, dilakukan penyamaan persepsi, penguatan substansi, serta penyiapan data dan dokumen pendukung guna memastikan kesiapan Kota Batu dalam menghadapi tahapan verifikasi lapangan PMK3I

Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi antar perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan, proses verifikasi lapangan PMK3I Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik dan menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya Kota Batu sebagai Kota Kreatif Indonesia menuju Batu Agrokreatif – Road to City of Gastronomy.

Berita Terkait :  Pasca Pilkada, Paslon Bupati Malang Saling Berkunjung

Adapun Kota Batu sendiri merupakan daerah yang memilìki kekuatan pertanian, kuliner lokal, UMKM kreatif, inovasi pangan, pariwisata, dan budaya masyarakat. Semua potensi ini siap dipadukan di Kota Batu sehingga bisa menjadi kota gastronomi yang menghubungkan agro, kreativitas, budaya, dan ekonomi berkelanjutan. Karena itu daerah yang berstatus Kota Wisata ini optimis bisa menjadi Kota Kreatif Indonesia.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Wali Kota Nurochman mengajak seluruh unsur di kota ini untuk memberikan dukungan. Dengan kolaborasi yang saling terhubung diharapkan dapat membangun ekosistem agro, budaya, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Kita mendorong keterlibatan dan kolaborasi seluruh unsur heksahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga masyarakat luas agar Kota Batu masuk dalam ekosistem Kota Kreatif Nasional,” ujar Cak Nur, panggilan akrab Nurochman.

Optimisme Kota Batu untuk menjadi Kota Kreatif Indonesia itu bukan tanpa alasan. Karena Kota Apel ini memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kota kreatif. Selain dikenal sebagai sentra pertanian hortikultura, kota ini juga memiliki kekuatan di sektor pariwisata, kuliner, dan seni budaya.

Bahkan, di kota ini juga memiliki banyak industri kreatif berbasis UMKM, serta inovasi produk olahan hasil pertanian yang terus berkembang. Dan potensi besar ini jika mendapat dukungan besar dari komunitas kreatif, pelaku usaha muda, pekerja kreatif, akademisi, serta masyarakat yang aktif maka melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas.

Berita Terkait :  BPBD Sampang Jadi Pilot Project Pembentukan Layanan Disabilitas Kebencanaan

Diketahui, Kota Batu saat ini tengah mengikuti Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Penilaian ini merupakan bagian dari langkah langkah kota ini untuk bisa menuju Kota Kreatif Indonesia.

“Ayo semua ambil bagian dengan mengisi borang survei PMK3I. Partisipasi ini terbuka untuk pelaku UMKM, petani, pelaku ekonomi kreatif, seniman, akademisi, dan komunitas lain yang ada di Kota Batu,”ajak Cak Nur.

Partisipasi publik tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memperkuat posisi Kota Batu menuju predikat Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia. Hal ini sekaligus mempertegas identitas Kota Batu sebagai kawasan Agrokreatif.

Cak Nur menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam proses penilaian. Sebab data yang diisi melalui borang survei PMK3I 2026 akan menjadi dasar pemerintah dalam memotret kondisi riil ekonomi kreatif di Kota Batu. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!