31.7 C
Sidoarjo
Wednesday, July 29, 2026
spot_img

Pemerhati Dorong Menara Bersejarah Tambakberas Ditetapkan Cagar Budaya

Jombang, Bhirawa – Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif mendorong agar menara bersejarah yang berada di Masjid Jami’ Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang ditetapkan sebagai cagar budaya.

Menurut Cak Arif, menara bersejarah tersebut merupakan peninggalan bersejarah yang memiliki nilai penting yang kuat.

“Dari sisi usia yang lebih dari 50 tahun dan nilai sejarahnya, menara Masjid Tambakberas sepertinya sudah memenuhi syarat sebagai cagar budaya,” kata Cak Arif, Rabu (29/7/2026).

Cak Arif menyampaikan, nilai sejarah pada menara tersebut salah satunya adalah adanya tulisan empat huruf Hijaiyah yakni Ha’ (ح), Ro’ (ر), Ta’ (ت), dan Mim (م) yang artinya kemerdekaan yang sempurna.

“Informasinya huruf-huruf itu ditulis sebelum kemerdekaan malahan,” tutur Cak Arif.

Meski demikian Cak Arif mengatakan sejarah tentang menara tersebut perlu dikaji lebih lanjut sebelum ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah.

Sebelumnya, menara bersejarah di kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai bersolek dan dipoles anggun menjadi ikon utama menyambut perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Bangunan megah yang berdiri kokoh sejak era pra kemerdekaan Indonesia tersebut dipilih sebagai simbol resmi muktamar karena menyimpan rekam jejak sejarah perjuangan yang mendalam serta nilai-nilai persatuan.

Ketua Umum Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menegaskan, menara melingkar ini merupakan salah satu struktur tertua di lingkungan pesantren yang konsisten dipertahankan keasliannya.

Berita Terkait :  Satpol PP Surabaya Tertibkan Warkop Dibawah Jembatan Suramadu

Menurut Gus Rozaq, bentuk arsitektur menara yang melingkar melambangkan semangat persatuan, kebersamaan, dan keutuhan yang tak terputus di antara warga Nahdliyin.

“Menara ini dibangun pada masa sebelum Indonesia merdeka. Bentuknya yang melingkar menggambarkan persatuan, bahwa dalam kondisi apa pun kita harus tetap bahu-membahu menghadapi berbagai tantangan,” terang Gus Rozaq yang juga Ketua Panlok Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jumat (24/7/2026) lalu.

Selain arsitekturnya yang melingkar, keanggunan menara yang menjulang tinggi ke angkasa diartikan sebagai cerminan daya juang pantang menyerah rakyat Indonesia ketika melawan cengkeraman penjajahan.

Menjelang Muktamar NU ke-35, menara tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan sentuhan pembaruan visual agar tampil kian bersih dan menawan.

Pembaruan tampilan tersebut memadukan warna dominan putih bersahaja dengan balutan aksen emas yang anggun, menyelaraskan dengan skema identitas visual serta logo resmi Muktamar NU ke-35.

Gus Rozaq memastikan bahwa pengerjaan ini tidak mengubah struktur asli bangunan, melainkan sebatas pengecatan ulang estetika untuk menghidupkan suasana muktamar. [rif.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!