Gresik, Bhirawa – Pelebaran jalan Menganti–Lakarsantri sebagai penghubung strategis Kabupaten Gresik dan Surabaya diprediksi baru dapat rampung sepenuhnya dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Target waktu yang cukup lama ini disebabkan terkendalanya pembebasan lahan Ruang Milik Jalan (Rumija) yang masih terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menjelaskan, kendala utama adalah banyaknya bangunan bersertifikat yang berdiri di atas jalur Rumija.
“Beberapa waktu lalu pelebaran baru dikerjakan di titik tertentu sekitar 200 meter. Sisa lainnya masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan,” ujarnya.
Tahun ini disiapkan anggaran Rp2 miliar untuk pelebaran sepanjang 200 meter, namun sempat terkendala proses tender dan harus dilakukan ulang. Sementara itu, ruas jalan Menganti–Bringkang diperkirakan segera tuntas; saat ini pelebaran kurang dari satu kilometer di sisi timur Pasar Menganti arah Surabaya sudah berjalan. Pihak pemkab juga baru saja melaksanakan sosialisasi pengadaan lahan di Desa Menganti.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan proyek ini sangat penting mengingat tingginya mobilitas warga dan perkembangan pesat kawasan selatan. Di Desa Menganti akan ditangani ruas sepanjang 580 meter termasuk simpang empat, dengan identifikasi awal terdapat 119 bidang tanah yang terdampak. Seluruh proses pengadaan akan dilakukan melalui mekanisme penetapan lokasi sesuai aturan yang berlaku.
“Penyelesaian akses ini akan sangat mendukung kelancaran pergerakan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya. [kim.kt]


