Kediri, Bhirawa – Museum Sri Aji Jayabaya menghadirkan pengalaman baru bagi para pengunjung melalui program Museum Passport. Selain menikmati koleksi benda bersejarah, wisatawan kini dapat mengoleksi stempel dari museum yang dikunjungi sebagai bagian dari program yang digagas Kementerian Kebudayaan.
Program tersebut mulai diterapkan di Museum Sri Aji Jayabaya sejak 16 Juni 2026. Museum Airlangga di Kabupaten Kediri juga menjadi salah satu museum yang bergabung dalam program berskala nasional tersebut.
Staf Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Achmad Khudori, mengatakan Museum Passport dihadirkan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan ke museum sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat. “Karena ini program nasional, kami juga bergabung. Tujuannya membuat sensasi berkunjung ke museum menjadi lebih menarik,” kata Khudori, Minggu (19/7).
Melalui Museum Passport, setiap pengunjung dapat mengumpulkan stempel dari museum yang didatangi. Buku tersebut tidak memiliki masa berlaku sehingga dapat digunakan kapan saja hingga seluruh halamannya terisi.
“Pengunjung membawa bukunya, kemudian setelah berkunjung mendapat stempel. Tujuannya memang berburu stempel seperti itu. Tidak ada ketentuan batas waktunya, berlaku selamanya. Kalau bukunya penuh, nanti bisa membeli lagi,” ujarnya.
Menurut Khudori, program tersebut mulai menarik perhatian masyarakat sejak diberlakukan. Penggunanya tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, tetapi juga dari kawasan Kampung Inggris Pare yang menyempatkan diri berkunjung ke museum.
Saat ini Museum Passport dapat diperoleh di toko Gramedia dengan harga sekitar Rp89 ribu. Selama masa promosi, buku tersebut dipasarkan seharga kurang lebih Rp84 ribu.
Ia menjelaskan, seluruh museum yang telah memiliki nomor registrasi nasional telah terdaftar dalam Museum Passport. Masing-masing museum memiliki desain stempel dan logo yang berbeda, namun tetap mengacu pada pedoman yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan.
Museum Sri Aji Jayabaya sendiri menyimpan sekitar 300 koleksi artefak. Sebagian besar merupakan peninggalan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit yang ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Koleksi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama museum sebagai destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Kediri. [van nov.wwn]


