28 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,843 Triliun

Medan, Bhirawa. – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa Medan, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar, memperkuat jejaring pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah. Misi dagang kedelapan yang diselenggarakan Pemprov Jatim sepanjang 2026 ini mencatatkan transaksi perdagangan senilai Rp2.843.228.682.250 atau Rp2,843 triliun.

Rinciannya, penjualan produk Jawa Timur ke Sumatera Utara mencapai Rp2,721 triliun, sedangkan pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jatim sebesar Rp121,592 miliar. Komoditas Jatim yang dikirim meliputi olahan daging unggas, susu, telur, anak ayam, kambing, domba, gula aren, gula kelapa cair, kayu gergajian, produk fashion, olahan hasil perikanan, benih hortikultura, rokok, pupuk NPK dan dolomit, beras premium, gula kristal, benih jagung, kopi, tepung mocaf, abon, sepatu kulit, multipleks, garam, hingga pakan ikan. Sementara produk Sumut yang dibeli pelaku usaha Jatim meliputi wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, kopi, arang batok kelapa, cocopeat, dan kopi luwak.

Gubernur Khofifah menegaskan misi dagang tidak sekadar mengejar nilai transaksi, melainkan membangun hubungan berkelanjutan yang saling menguntungkan. “Prinsipnya kita tumbuh, maju, berkembang, dan sejahtera bersama. Kebersamaan ini memperkuat bukan hanya Jatim-Sumut, tetapi seluruh wilayah NKRI,” ujarnya.

Misi dagang juga memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha, terutama UMKM, menemukan pasar baru. “Mereka punya harapan baru, memiliki pasar yang lebih luas,” ungkapnya. Kedua daerah memiliki potensi saling melengkapi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Pengalaman pelaku usaha Jatim mengakses pasar internasional dapat membuka jalan bagi produk Sumut, begitu pula sebaliknya.

Berita Terkait :  DPRD Gresik Sepakat Smart City Dibutuhkan untuk Kenyamanan Era 4.0

Khofifah menyoroti komoditas kopi. Jatim memiliki produksi signifikan namun menghadapi tantangan ketersediaan bibit unggul berproduktivitas tinggi. “Ini PR bersama, bagaimana mendapatkan bibit berkualitas. Kita cari solusi bersama,” katanya.

Selain kopi, arang kayu maupun batok kelapa dinilai berpotensi besar menembus pasar global. Saat mengikuti misi dagang ke Jeddah, permintaan arang ternyata belum terpenuhi sepenuhnya.

“Pasarnya luar biasa, namun communal branding belum terbentuk,” jelasnya. Penguatan merek bersama akan mengonsolidasikan pasokan agar mampu memenuhi permintaan dalam skala lebih besar.

Sejumlah komitmen perdagangan berskala besar turut menyokong nilai transaksi. PT Putra Prima Mandiri Kediri menjual 1.236 ton olahan daging unggas, 27.164 ton susu, 90 ton telur, 904 ton daging unggas, 449.500 ekor anak ayam, serta 95 ekor kambing dan domba kepada CV Kencana Harapan Agung Istimewa Medan. PT Central Proteina Prima Surabaya menjual 3.062 ton pakan ikan ke Medan. PT Bumi Menara Internusa Surabaya membeli 345 ton kepiting pasteurisasi dari UD H.I. KTM Batu Bara. Transaksi lainnya melibatkan pakan ternak serta pupuk NPK dan dolomit.

Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menyambut hangat kedatangan rombongan. Ia mengenang kunjungan Khofifah tahun lalu membawa bantuan saat bencana, kali ini membawa pelaku usaha membuka ruang transaksi. “Bukan sekadar bantuan, tapi bawa pedagang. Transaksinya luar biasa,” ucapnya.

Berita Terkait :  Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dukung MAN 2 Situbondo jadi MAN Plus

Misi dagang ini sudah ke-56 kalinya dilakukan sejak 2019. Bobby berharap ke depannya neraca perdagangan semakin seimbang – produk Jatim masuk Sumut, begitu pula produk Sumut dipasarkan ke Jatim secara setara. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!