Tulungagung, Bhirawa. – Pasien penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) meningkat di Tulungagung. Dua Puskesmas rawat jalan setempat sempat kewalahan akibat tempat tidur pasien yang sudah penuh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, Kamis (1/10), mengakui kapasitas tempat tidur di dua Puskesmas penuh akibat lonjakan pasien ISPA. “Puskesmas yang tempat tidurnya penuh itu di Puskesmas Karangrejo dan Puskesmas Kauman,” ujarnya.
Bahkan di Puskesmas Karangrejo, menurut dia, sempat menambah kapasitas tempat tidur akibat lonjakan pasien rawat inap tersebut. Meski kemudian sejumlah pasien dipindah ke fasilitas kesehatan lain karena keterbatasan kamar. “Puskesmas Karangrejo tidak bisa menampung pasien meski ditambah bed (tempat tidur). Sudah tidak kondusif, akhirnya dialihkan ke faskes lain,” tuturnya.
Desi menyebut meski terjadi lonjakan penyakit ISPA di dua Puskesmas tersebut dalam dua bulan terkahir, namun tidak ada pasien yang sampai dirujuk ke rumah sakit. Mereka semua sembuh saat menjalani pengobatan di Puskesmas dan faskes tingkat pertama lainnya. “Jadi tidak ada yang sampai dirujuk. Kalau yang pindah ke faskes lain dari Puskesmas Karangrejo itu bukan karena dirujuk, tetapi karena tidak bisa tertampung,” terangnya.
Sebelumnya, perempuan berjilbab ini membeberkan jika kapasitas tempat tidur di Puskesmas Karangrejo sebanyak 13 tempat tidur. Sedang di Pusesmas Kauman sejumlah 20 tempat tidur. “Di Puskesmas Karangrejo semua tempat tidur terisi. Penuh. Sementara di Puskesmas Kauman, dari 20 bed yang terisi 16 bed,” paparnya.
Namun demikian, lanjut dia, tidak semua Puskesmas di seluruh Kabupaten Tulungagung mengalami lonjakan pasien penyakit ISPA yang membuat tempat tidur di Puskesmas terisi penuh. Ia hanya mengetahui dua Puskesmas saja yang tempat tidurnya terisi penuh. “Kami juga melakukan monev (monitoring dan evaluasi) di Puskesmas Besuki. Di sana (Puskesmas Besuki) kosong. Tidak ada pasien rawat inap,” tamdasnya.
Desi mengungkapkan dari data yang didapat, BOR (bed ocupancy rate) untuk seluruh Puskesmas di Kabupaten Tulungagung dikisaran 39 persen. “Jadi masih di angka 39 persen,” ucapnya.[wed.ca]


