29 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

Kembangkan Museum Mpu Tantular, Khofifah Kolaborasi dengan RIWMG


Pemprov Jatim, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kolaborasi dengan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery (RIWMG )di Medan untuk mendukung pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo. Penjajakan kerja sama tersebut mencakup pengayaan koleksi hingga pengembangan materi edukasi museum.

Peluang kolaborasi itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum and Gallery di Medan, Selasa (29/9). Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menerima penghargaan Satya Lencana Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) dari Ketua Dewan Pembina ISMI sekaligus pendiri Rahmat International Wildlife Museum and Gallery, Tun Dr. H. Rahmat Shah.

Khofifah mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang dibahas yakni kemungkinan koleksi satwa yang diawetkan milik Rahmat Shah dititipkan di Jawa Timur untuk memperkaya materi edukasi Museum Mpu Tantular.

“Kami juga menawarkan kerja sama, mungkin satwa milik Pak Rahmat Shah bisa dititipkan di Jawa Timur dan kami juga menyiapkan ruangan khusus yang diatasnamakan beliau,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menambah koleksi Museum Mpu Tantular, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Museum dinilai dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah, budaya, lingkungan, sekaligus pentingnya menjaga kelestarian alam kepada generasi muda.

Khofifah menilai pengalaman Rahmat International Wildlife Museum and Gallery dalam mengelola dan menyajikan koleksi satwa dapat memberikan perspektif tambahan bagi pengembangan Museum Mpu Tantular.

Berita Terkait :  Wujudkan Generasi Muda Berkarakter, Kodim 0815 Mojokerto Bina 400 Siswa SMK Taman Siswa

“Luar biasa kedalaman keilmuannya. Kita ingin membangun koneksitas kesejarahan untuk membangun peradaban dan kearifan. Museum Mpu Tantular Pemprov Jatim di Sidoarjo yang rencananya kita ingin kembangkan, perspektif kita bisa punya penguasaan dan pengayaan dari sini,” ungkapnya.

Khofifah yang dikenal memiliki ketertarikan terhadap museum juga menyebut keberadaan museum memiliki peran penting dalam memahami latar belakang budaya, sejarah, dan peradaban suatu daerah maupun negara.

“Saya termasuk pencinta museum. Saya juga mengikuti bagaimana kita bisa menemukenali cultural background sebuah negara melalui museum,” ujarnya.

Saat berkeliling, Khofifah melihat koleksi satwa yang diawetkan dan ditata dengan pendekatan habitat asli. Rahmat International Wildlife Museum and Gallery memiliki lebih dari 2.600 jenis satwa yang diawetkan dan sekitar 5.600 spesimen dari berbagai belahan dunia.

Koleksi tersebut antara lain African Big Five, Bear Room, Cats of the World, Pheasants of the World, Night Safari, berbagai jenis serangga, serta satwa khas Indonesia seperti harimau Sumatra dan komodo. Museum tersebut juga memiliki koleksi kerangka satwa.

Sementara itu, Tun Rahmat Shah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Khofifah ke museum yang didirikannya. Ia menjelaskan, koleksi satwa yang dimiliki dikembangkan sebagai sarana edukasi sekaligus untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap konservasi.

Ia mengatakan pengalaman terkait pengelolaan satwa dan kegiatan berburu konservasi diperolehnya dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki aturan yang harus dipatuhi dengan tetap memperhatikan aspek konservasi.

Berita Terkait :  Polres Mojokerto Edukasi 230 Pelajar SMPN 1 Trawas Tertib Lalin

“Sebagian saya belajar berburu di Kanada, Amerika, Jerman dan negara lainnya. Tapi tentu dengan rules yang harus kita patuhi,” ungkapnya.

Tun Rahmat Shah juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari kiprahnya dalam ISMI yang mempertemukan berbagai kalangan, termasuk dunia pendidikan dan kepala daerah.

“Berbuat kebaikan, sekecil apa pun, pasti ada manfaatnya. Kita tanam padi, nanti yang tumbuh bukan hanya satu, tetapi ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!