Oleh: Dr. Muhammad Muhyi S.Pd., M.Pd.
Dosen Prodi Penjas Program Magister FKIP UAB
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur masih belum dimulai, dan medali juga belum diperebutkan, dan podium para juara yang akan berdiri atasnya juga belum tahu siapa. Namun sebelum pertandingan dimulai dari berbagai cabang olahraga, harapan atau mimpi untuk menjadi terhebat itu sudah ada dan muncul di setiap diri atlet pelajar, pelatih dan official.
Harapan itu juga ada di para orang tua, sekolah dan pemerintah kabupaten/kota yang telah mengirimkan putra putri terbaik, yang pada saat ini sedang berlatih dengan sungguh-sungguh di setiap lapangan, berjuang sekuat tenaga untuk mencapai standar yang diharapkan, semua itu dilakukan dalam rangka untuk mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik dan terhebat. POPDA Jawa timur masih beberapa pekan lagi, masih ada waktu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dan itulah latihan terbaik, dan perjuangan sungguh-sungguh dari atlet pelajar yang tidak terlihat langsung oleh masyarakat.
Pertandingan setiap cabor masih belum dipertandingkan, namun perjuangan sudah berjalan sebelumnya dalam rentang waktu yang cukup lama. Bagaimanapun juga pertandingan yang diselenggarakan hanya dalam berlangsung beberapa menit, atau jam, butuh persiapan dalam rentang waktu yang lama, disitulah perjuangan itu terlihat, ada seleksi, latihan, evaluasi, kegagalan mencoba, memperbaiki strategi, peningkatan kondisi fisik, mental yang kuat dan tangguh demi meraih juara, artinya prestasi itu tidak dibangun dalam satu hari.
Di balik atlet pelajar yang akan berlaga di POPDA dengan memakai seragam kontingen, pada dasarnya atlet pelajar tidak berjuang sendirian, ada keluarga atlet pelajar yang mendukung, ada guru PJOK di sekolah yang mendapingi atau guru mata pelajaran lainnya yang ada disisi atlet pelajar, ada pelatih yang melatih dan ada official yang mendukung, ada sekolah yang memberikan kesempatan atlet pelajar untuk ikut mengharumkan nama sekolah, ada organisasi olahraga yang membangun pembinaan dengan baik, dan ada pemerintah kabupaten kota yang memfasilitasi. Ada banyak sentuhan tangan dan banyak pemikiran serta gagasan yang menentukan perjalanan Setiap atlet pelajar meraih prestasi. semua itu tidak lain adalah upaya untuk mewujudkan mimpi Setiap atlet pelajar.
Sebagai dosen prodi pendidikan jasmani, program magister, saya melihat melalui POPDA Jawa Timur dapat ditelaah bahwa atlet pelajar memiliki hubungan yang sangat erat dengan dunia pendidikan, karena sekolah sebagai tempat awal untuk mengenal aktivitas jasmani, praktik bermain permainan kreatif, kompetisi antar siswa dan antar kelas di sekolah, termasuk penguatan karakter, berani memimpin, pantang menyerah, pelajar memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik, kemudian ditemukan bakat olahraga, dan pada akhirnya menjadi perjalan prestasi seorang pelajar menjadi atlet hebat sampai tingkat internasional di masa depan.
Untuk para atlet pelajar yang saat ini dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri menuju POPDA Jawa Timur 2026, maka jangan takut untuk bermimpi menjadi yang terhebat. Tidak perlu berkecil hati karena lawan lebih berpengalaman, jangan takut hadapi pertandngan, gunakan waktu berlatih untuk para atlet pelajar dengan sebaik mungkin, terus lakukan perbaikan, ikuti arahan pelatih, jangan kebugaran jasmani, tetap semangat, dan Setiap upaya yang telah dilakukan dengan persiapan yang matang adalah mimpi yang akan membawa pada kenyataan. Dukungan dari para pelatih dan official menjadi bagian dari penyemangat dan pendorong mewujudkan mimpi tersebut.
POPDA adalah panggung bersama, maka yang ikut di POPDA Jawa Timur 2026 adalah setiap kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur, yang memiliki keunggulan, ada yang belum memiliki keunggulan, ada yang sudah memiliki persiapan yang matang, namun ada juga yang masih belajar. Ada kabupaten/kota yang sudah memiliki potensi untuk meraih harapan juara. Semua itu tidak lain adalah untuk mewujudkan mimpi bersama, memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan yang terbaik dan terhebat, dukungan dan fasilitasi terbaik untuk para atlet pelajar di POPDA Jawa Timur adalah bagian dari mengantarkan mimpi atlet pelajar yang berarti mimpi pemerintah kabupaten juga untuk dapat diwujudkan.
Di ajang POPDA Jawa Timur 2026 nantinya tentu ada yang kalah, ada yang menang, ada yang membawa medali dan ada yang tidak, sehingga harus menerima keadaan yang artinya harus berlatih kembali dengan lebih sungguh-sungguh melakukan perbaikan, melakukan strategi peningkatan di berbagai aspek, sentuhan ilmu keolahragaan. Harapan harus terus dikejar, mimpi harus terus diwujudkan, maka saling kompak, saling bantu antara atlet pelajar, official, pelatih, saling melengkapi dapat membantu atlet pelajar meraih mimpi itu dan mewujudkannya,dan itu butuh perjuangan dan semangat yang luar biasa.
Akhir dari tulisan ini adalah Setiap atlet pelajar memiliki mimpi yang sama dengan para pelatih, official, guru, sekolah, pemerintah daerah untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan yakni atlet pelajar meraih prestasi terbaik, menjadi atlet pelajar terhebat di ajang POPDA, dukungan saling kerjasama, kekompakan, semangat dan fasilitasi yang terbaik adalah bagian dari mewujudkan mimpi tersebut, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati dan menghargai untuk POPDA Jawa TImur yang Baik dan Berkualitas. Salam Olahraga. *


