Tulungagung, Bhirawa. – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Botoran yang berlokasi di Pasar Ngemplak Kota Tulungagung tersendat. Masalahnya, pembangunan koperasi kelurahan tersebut berdampak pada pedagang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung, Tri Hariadi, Kamis (1/10) mengakui jika pembangunan KDKMP di lahan milik Pemkab Tulungagung tersebut masih belum bisa dilakukan. “Ada pedagang yang terkena dampak,” ujarnya.
Ia menyebut pedagang yang terdampak rencana pembangunan KDKMP di lokasi Pasar Ngemplak berjumlah sekitar 21 orang. Mereka selama ini berdagang sayur mayur dan buah-buahan. Selain juga ada yang berdagang kebutuhan pokok sehari-hari.
Sekda Tri Hariadi mengatakan saat ini sedang dilakukan proses komunikasi dan musyawarah dengan para pedagang terdampak. Termasuk dengan OPD lingkup Pemkab Tulungagung terkait.
“Kami mencari solusi yang terbaik. Teman pedagang yang dulunya berdagang ya tetap berdagang. Intinya begitu,” paparnya.
Ketika ditanya apakah relokasi pedagang menjadi opsi dalam penyelesaian persoalan tersebut, Sekda Tri Hariadi menyatakan Pemkab Tulungagung mempunyai banyak opsi. “Relokasi itu salah satu dari beberapa alternatif,” timpalnya.
Mantan Kepala Disperindag Kabupaten Tulungagung ini berharap masalah pedagang yang terdampak rencana pembangunan KDKMP di lokasi Pasar Ngemplak segera selesai. “Kalau sudah selesai akan kami sampaikan ke TNI yang sudah sejak awal bermusyawarah untuk penempatan KDKMP di lahan milik pemerintah daerah,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Camat Tulungagung, Hari Prastijo, mengungkapkan dari 14 kelurahan di Kecamatan Tulungagung, baru dua kelurahan yang menyepakatii lokasi pembangunan KDKMP.
“Yang positif akan segera dibangun (KDKMP) ada dua kelurahan,” ujarnya Minggu (14/6) lalu.
Menurut dia, di dua kelurahan tersebut sudah disepakati lokasinya. Yakni masing-masing untuk Kelurahan Kedungsuko di depan Kebun Blimbing dan Kelurahan Botoran di pojokan barat Pasar Ngemplak. (wed.hel)


