Surabaya, Bhirawa – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmikan Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan bertujuan mendukung kemandirian nasional. Peresmian laboratorium satu-satunya di Indonesia menjadi tahap lanjutan riset pengembangan aspal buton (asbuton) dengan proses hidrotermal untuk meningkatkan efisiensi pemisahan bitumen dari mineral hingga lebih dari 95 persen, Kamis (1/10).
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan peresmian laboratorium menjadi tonggak perjalanan riset, melalui fasilitas ini menekankan optimalisasi potensi asbuton sebagai sumber daya nasional.
“Peresmian fasilitas mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, riset mengarahkan hilirisasi penelitian menuju skala pilot dan industri, kepercayaan membuktikan bahwa riset hulu hingga hilir yang digagas para peneliti ITS dinilai strategis bagi pembangunan nasional,” jelasnya.
Dosen Departemen Teknik Kimia ITS sekaligus ketua riset Dr Ir Susianto DEA menjelaskan bahwa tim telah menggunakan ekstraksi konvensional dengan pelarut hidrokarbon seperti kerosin, minyak tanah, dan pertasol, ternyata proses belum menghasilkan kualitas pemisahan aspal sesuai kebutuhan.
Lanjut Susianto mengukapkan mengembangkan metode hot water process pada 2009 untuk meningkatkan kinerja pemisahan, proses menggunakan tiga fase dengan hidrokarbon dan larutan kimia sebagai sealing agent.
“Bahan tersebut membantu melindungi bitumen yang terpisah agar tidak kembali menyatu dengan mineral, meski proses pemasakan atau digesting masih membutuhkan waktu sekitar 30 menit,” ucapnya.
Susianto menyampaikan pengembangan asbuton telah siap produksi skala yang lebih besar, laboratorium ini telah menggandeng PT Aspindo Group untuk memperkuat tahap hilirisasi teknologi.
“Tim riset turut merancang pabrik modular berkapasitas 10.000 hingga 20.000 ton asbuton per tahun, desain modular memungkinkan pembangunan fasilitas secara lebih fleksibel di berbagai wilayah Pulau Jawa,” pungkasnya.
Direktur DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menjelaskan laboratorium dipersiapkan untuk berfungsi sebagai ruang layanan pengujian aspal terstandarisasi, mulai pengujian pemanasan, piston atau campuran, hingga agregat, serta didukung oleh sistem mutu ISO 17025.
“DRPM ITS melengkapi rancangan detail teknik berkapasitas 50 ton per hari dan indikator keekonomian yang menjanjikan (IRR mencapai 24 persen), demikian, fasilitas siap membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra industri demi hilirisasi riset nasional,” ungkapnya. [ren.wwn]


