28 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kediri Perkuat Toleransi Generasi Muda

Pemkab Kediri, Bhirawa. – Penguatan nilai persatuan dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial. Masyarakat, khususnya generasi muda, diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu konflik maupun perpecahan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa setelah menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman belakang Lapangan Pemkab Kediri, Kamis (1/10). Tahun ini, peringatan tersebut mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Dewi mengatakan perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus disertai kecermatan dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pijakan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengedepankan persatuan ketika menghadapi perbedaan.

“Kalau kita berpancasila, kita selalu menghindari konflik, menghindari yang memecah belah manusia. Kuncinya bisa menjadi adil dan makmur adalah dengan bersatu,” kata Dewi.

Ia menilai persatuan memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan pembangunan. Tanpa kondisi masyarakat yang solid, berbagai program pembangunan di daerah maupun tingkat nasional akan menghadapi hambatan.

“Kita kalau berpecah belah, tidak akan bisa menyelesaikan pembangunan di mana pun, baik di daerah maupun di pusat,” ungkapnya.

Karena itu, Dewi mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah. Sebaliknya, keberagaman perlu ditempatkan dalam semangat kebangsaan dengan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa.

Berita Terkait :  Pemeriksaan Kesehatan Lansia Warnai Peringatan HLUN 2025

Penguatan nilai tersebut, lanjut Dewi, perlu dimulai sejak anak-anak agar menjadi bagian dari karakter mereka. Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk kebiasaan tersebut.

Pemkab Kediri melalui Dinas Pendidikan, kata dia, terus mendorong pengenalan nilai-nilai Pancasila pada peserta didik mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMP. Penanamannya tidak sebatas melalui materi pembelajaran, tetapi juga lewat kebiasaan yang diterapkan dalam keseharian di sekolah.

“Di seluruh sekolah, baik dari PAUD sampai SMP, melalui Dinas Pendidikan, nilai-nilai itu terus dikuatkan. Kemarin pun sudah ada sekolah berbudaya religi,” jelasnya.

Dewi menyebut sikap gotong royong, toleransi, saling menghormati dan kemampuan bekerja sama merupakan nilai yang perlu dibangun sejak pendidikan paling awal. Pembentukan karakter tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak ketika berinteraksi di tengah masyarakat yang beragam.

“Tidak hanya mulai SD, tapi sudah sejak PAUD. Kita sudah mengenalkan arti gotong royong, toleransi, menghormati. Itu sudah kita tanam,” tuturnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai materi di sekolah. Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dinilai penting agar generasi muda terbiasa menghormati perbedaan serta memiliki kesadaran untuk menjaga persatuan.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!