32.8 C
Sidoarjo
Friday, May 8, 2026
spot_img

Mengulik Terobosan Priyanto, Kepala SMAN 1 Prajekan, Bondowoso

“Gagas Inovasi SMAPRA OKE, Dengan Program Jumat Berkah Menginspirasi”

Sawawi, Kab. Situbondo

Priyanto, dikenal sebagai salah satu Kepala Sekolah yang kaya akan inovasi dilingkungan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bondowoso-Situbondo. Mulai sejak mengabdi di SMAN 1 Pujer, hingga di percaya menjabat Kepala SMAN 1 Tenggarang, gagasan Priyanto selalu brilian.

Seperti saat ini Priyanto membranding SMAPRA OKE, Dengan Jumat Berkah Menginspirasi. SMAPRA OKE disini mengandung arti SMA Negeri 1 Prajekan yang Optimis, Kompak dan  Estetis.

Disisi lain, banyak prestasi yang berhasil diraih Priyanto, baik dari penghargaan akademik maupun non akademik. Semua itu berkat kecerdasan merangkul semua elemen yang ada. Mulai tenaga pendidik, kependidikan, hingga pengurus komite maupun Forkopimca, tokoh masyarakat dan tokoh agama, semua diajak bergandengan tangan memajukan prestasi sekolah.

Usai memimpin 3,5 tahun di SMASGA (SMA Negeri 1 Tenggarang), Priyanto kini digeser menjadi Kepala SMAPRA (SMA Negeri 1 Prajekan). Meski SMAPRA berada dipinggiran tak menciutkan nyali Priyanto untuk terus berkarya dengan prestasi.

“Meski kami dipinggiran, harus terus berinovasi,” terang Priyanto.

Kata Priyanto, sejak 6 April lalu sebagai pimpinan SMAPRA, ia langsung bersyukur meski jarak dengan rumahnya cukup jauh dari Perumahan Kembang Bondowoso, Priyanto menjalani dengan penuh semangat.

“Bagi saya ditempatkan dimana saja selalu siap. Dan yang pasti saya akan selalu membuat inovasi. Ini sudah saya komunikasikan awal mula saya ditugaskan disini (SMAPRA). Disini harus berubah, baik sarananya, akademiknya dan bidang lainnya.  Termasuk juga saya merangkul tukang kebun untuk selalu bekerja dengan baik dan profesional,” ulasnya.

Berita Terkait :  Wali Kota Pasuruan Tekankan Penguatan Pendidikan Berkarakter Melalui Prime

Bersyukur dalam kacamata Priyanto, harus didukung dengan niat yang tulus serta mendukung dengan bahagia. Tentunya, aku dia, pihaknya tetap mendukung program yang sudah baik dan menghidupkan kembali program yang sudah mati.

“Program yang perlu pengembangan kita analisis dan terus berinovasi, berkreasi untuk menyempurnakan program yang sudah ada,” tambahnya.

Pria yang pernah menjabat Wakasek Sarpras di SMAN 1 Pujer itu menambahkan, untuk itu semua harus dimulai dari diri sendiri, yang mudah dan yang terdekat.

“Termasuk memperhatikan tatanan SDM secara utuh dan menyeluruh. Di rapat juga saya sampaikan hal itu. Sehingga nanti yang ada semua merasa optimis dengan kompak berjamaah dalam kebaikan,” urainya.

Priyanto kembali melanjutkan, jika semua dilakukan sesuai skala prioritas dan bertahap, cepat dan tepat, maka yang ada akan estetis lahir dan batin menuju visi negara dan visi sekolah. Nah, aku dia, itu termasuk kurikulum terkini.

Kemudian, tambah Priyanto, jangan lupa diterapkan karakter kebersihan, pengurangan sampah plastik, gerakan lingkungan asri dan gerakan Indonesia Asri dan ketahanan pangan juga di perhatikan dengan sungguh-sungguh.

“Saat itu saya ajak semua guru satu persatu ke ruang Kepala Sekolah, ruang guru dan ruang kelas. Gapura yang bolong saya minra harus diperbaiki dan tempat sampah di perbarui serta pelaksanaan penggunaaan pembatasan HP dikelas diperhatikan serta tempat sampah plastik juga disiapkan,” akunya.

Berita Terkait :  Wabup Madiun: Guru Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan Pendidikan

Pria yang hobi naik motor dari Kota Bondowoso menuju SMAPRA itu menerangkan, semua branding itu sejatinya harus dipublikasi baik di media konvensional maupun medsos satu dengan persatu. Selanjutnya, kata Priyanto, menerapkan zero terlambat dan tidak hadir, kecuali siswa berhalangan syari.

“Lalu kami juga melakukan pembimbingan bermakna secara tuntas. Artinya semua ini yang dilakukan melalui sosialisasi dikelas karena harus menghargai siswa dan orang tua. Teman teman juga saya minta untuk menguatkan program Jumat Berkarakter tetapi yang  menginspirasi,” ungkapnya.

Tak cukup itu, Priyanto juga mengungkap tentang inspirasi yang notabene diisi oleh tokoh dan selanjutnya di paparkan oleh para berbagai profesional. Misalnya, sebut dia, jajaran Forkopimca.

“Nanti sebagai contoh saya yang pertama memberikan inspirasi. Ini sudah saya kasih contoh membawa media ban. Selain itu memindah yang sudah ada dengan syarat tertentu,” akunya.

Terakhir, sambung dia, saat mengikuti kegiatan upacara, siswa yang menjadi petugas yang didepan memberi contoh dan siswa yang ada dibelakang ikut mendukung. Dirinya sebagai guru Bahasa, kata Priyanto, melihat siswa yang akan berkomunikasi yang komunikatif itu ada acaranya.

“Termasuk cara olah vokal. Disini juga ada anak yang perlu perhatian khusus dan tidak selesai dalam penanganan guru, wali kelas dan BK, maka saya sendiri yang turun tangan. Misalnya ada siswa datang terlambat kesekolah dan siswa enggan bersekolah. Saya sampai harus punya no WA orang tuanya, agar solusinya berjalan dengan tuntas,” pungkas Priyanto. [awi.kt]

Berita Terkait :  Desa Kepatihan Jombang Salurkan Bantuan Untuk Pelajar dan Pekerja Informal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!