29.2 C
Sidoarjo
Thursday, May 7, 2026
spot_img

Polres Pasuruan Kota Lakukan Uji Kandungan Zat Berbahaya pada Program Makan Bergizi


Pasuruan, Bhirawa
Kepulan asap dari dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tak hanya menebar aroma sedap.

Di balik hiruk-pikuk juru masak yang menyiapkan ratusan porsi makanan tersebut, ada pengawasan ketat yang dilakukan oleh personel berseragam medis.

Mereka bukan hendak mencicipi rasa, melainkan memastikan bahwa setiap butir nasi dan lauk-pauk yang tersaji bebas dari ancaman zat berbahaya.

Kamis (7/5), Seksi Kedokteran Kesehatan (Sidokkes) Polres Pasuruan Kota menerjunkan tim khusus untuk melakukan inspeksi mendadak sekaligus pemeriksaan higienitas.

Langkah tersebut diambil untuk menjamin bahwa program unggulan pemerintah tersebut tidak hanya sampai ke tangan penerima manfaat, namun juga memenuhi standar kesehatan tertinggi.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uli menyampaikan aspek keamanan pangan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Pihaknya tak ingin kecolongan soal kualitas konsumsi yang dibagikan kepada masyarakat.

“Pemeriksaan ini kami lakukan secara menyeluruh. Mulai dari hulu hingga hilir. Dari proses pengolahan, kebersihan peralatan hingga kondisi dapur tempat makanan diproduksi,” tegas Titus Yudho Uli.

Pantauan di lokasi, petugas Sidokkes tampak detail memeriksa setiap sudut tempat penyimpanan bahan baku.

Suhu makanan diukur dengan termometer digital guna memastikan tingkat kematangan dan ketahanan pangan. Tak hanya itu, para petugas pengolah makanan juga tak luput dari pemeriksaan sanitasinya, mulai dari penggunaan sarung tangan hingga penutup kepala.

Berita Terkait :  Mahasiswa ITS jadi Dalang, Bukti Seni Tradisional Milik Semua Kalangan

Namun, yang paling krusial adalah uji laboratorium lapangan. Petugas membawa koper khusus berisi reagen kimia untuk menguji sampel makanan secara acak.

“Kami menggunakan parameter uji yang sangat spesifik. Ada Cyanide Test, Nitrite Test, Formaldehyde Test (formalin), hingga Arsenic Test (arsenik),” jelas Titus Yudho Uli.

Langkah preventif ini diambil untuk memitigasi risiko kontaminasi zat kimia berbahaya yang kerap luput dari kasat mata.

Titus menambahkan, program MBG harus menjadi stimulus kesehatan bagi masyarakat, sehingga segala potensi yang dapat mengganggu kesehatan harus dipangkas sejak dari dapur.

Senada dengan Kapolres, Kasi Dokkes Polres Pasuruan Kota Aiptu Azharudin, menjelaskan pemeriksaan kesehatan juga menyasar para koki atau petugas pengolah makanan.

“Kesehatan personil yang memasak juga kami cek. Jika mereka sehat dan sanitasinya terjaga, maka produk yang dihasilkan juga aman. Ini adalah komitmen kami di jajaran Polda Jatim untuk mendukung program pemerintah,” kata Azharudin.

Di sisi lain, operasional di lapangan terus dipantau oleh Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Persiapan Gizi) Polres Pasuruan Kota, Moch Rudy Khoirudin.

Ia memastikan bahwa alur kerja dari pengolahan hingga distribusi sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Melalui pengawalan ketat ini, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Pasuruan bisa menjadi percontohan nasional dalam hal keamanan dan kualitas pangan.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas ini setiap hari. Dengan adanya pengawasan dari Sidokkes, kami merasa lebih tenang karena ada jaminan ilmiah bahwa makanan yang kami salurkan benar-benar higienis dan layak konsumsi bagi masyarakat,” papar Moch Rudy Khoirudin. [hil.kt]

Berita Terkait :  MAN 1 Jombang Teladani Semangat Kartini

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!