Tulungagung, Bhirawa
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Tulungagung menggelar kegiatan bersih-bersih, Jumat (8/5). Mereka melakukan penggeledahan blok hunian warga binaan, selain juga melaksanakan tes urine sebagai upaya mewujudkan lapas yang bersih dari narkoba dan barang terlarang.
Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Muhammad Kurnia, mengungkapkan gelaran bersih-bersih tersebut dilakukan serentak se-Indonesia.
“Alhamdulilah saat kegiatan penggeledahan dan tes urine berjalan aman dan lancar. Paska kegiatan juga aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menyebut aparat kepolisian, TNI dan BNN Kabupaten Tulungagung ikut serta dalam kegiatan penggeledahan blok hunian dan tes urine tersebut. Kegiatan penggeledahan menyasar barang-barang terlarang yang disimpan warga binaan di blok hunian.
Hasilnya, sejumlah barang terlarang ditemukan di beberapa blok hunian. Seperti di Blok B3, Blok C3, Blok E9 dan Blok S2.
Barang barang terlarang itu di antaranya berupa pisau, paku, korek, sendok, cermin dan juga kartu remi serta domino.
“Kartu remi dan domino termasuk barang larangan karena berpotensi digunakan untuk praktik judi,” terang Muhammad Kurnia.
Sebelumnya, Kalapas Muhammad Kurnia juga membeberkan jika sebelum dilakukan penggeledahan di blok hunian dan tes urine pada warga binaan dilaksanakan ikrar.
Kegiatan itu diiikuti oleh seluruh petugas terkait bersiih dari peredaran handphone , bersih dari penyalahgunaan narkoba dan aksi penipuan.
Sementara untuk kegiatan tes urine, menurut mantan Kalapas Fakfak Papua Barat ini dilakukan tidak hanya pada warga binaan, tetapi juga pada petugas lapas. Dan hasil tidak ditemukan warga binaan atau petugas lapas yang positif mengonsumsi narkoba.
“Warga binaan yang dites urine lebih kurang 400 orang. Ini karena ketersediaan alat yang hanya untuk 400 orang, meski jumlah warga binaan di sini (Lapas Tulungagung) mencapai 600 orang,” sambungnya.
Selanjutnya, Kalapas Muhammad Kurnia menandaskan Lapas Tulungagung akan terus melakukan tindakan pencegahan dan penindakan seperti kegiatan penggeledahan dan tes urine.
“Jadi tidak hanya sampai hari ini saja. Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan secara simultan. Kami pun akan terus bersinergi dengan Kepolisian, TNI dan stakeholder dalam upaya pencegahan dan penindakan tersebut,” pungkasnya. [wed.kt]


