DPRD Jatim, Bhirawa
Maraknya kasus bunuh diri yang melibatkan anak dan remaja di sejumlah daerah menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak, terutama lingkungan pendidikan dan keluarga.
Menurut Sri Wahyuni, sekolah hingga pondok pesantren perlu mulai menghadirkan layanan psikolog atau pendamping kesehatan mental untuk mendeteksi persoalan yang dialami anak sejak dini.
“Kasus bunuh diri pada anak dan remaja tidak bisa dianggap sepele. Ini menjadi tanda bahwa banyak anak memendam tekanan psikologis yang mungkin tidak terlihat,” katanya, Jumat (8/5/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, anak-anak saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan keluarga, perundungan, tuntutan akademik, hingga pengaruh media sosial. Karena itu, pendekatan penanganannya tidak cukup hanya dengan pengawasan biasa.
Ia mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama untuk memperkuat layanan konseling di sekolah maupun pesantren dengan melibatkan tenaga profesional.
“Kalau memungkinkan, sekolah dan pondok pesantren harus memiliki psikolog atau minimal tenaga konselor yang benar-benar memahami kesehatan mental anak,” ujarnya.
Sri Wahyuni menilai keberadaan psikolog penting agar anak memiliki ruang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi. Menurutnya, banyak kasus depresi pada anak yang tidak terdeteksi karena korban cenderung menutup diri.
Selain itu, ia juga meminta para guru, pengasuh pesantren, dan orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, mudah emosional, hingga kehilangan semangat belajar.
“Jangan menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anak-anak harus merasa didengar dan ditemani,” tuturnya.
Ia berharap isu kesehatan mental anak menjadi perhatian bersama, seiring meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. DPRD Jatim, lanjut Sri Wahyuni, juga mendorong adanya penguatan program edukasi kesehatan mental di lingkungan pendidikan. [geh.kt]
***Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang mengalami tekanan psikologis, depresi, atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat. ***


