27.8 C
Sidoarjo
Monday, July 20, 2026
spot_img

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Dikeruk

Pemkab Lamongan, Bhirawa. – Dukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) segera memulai pengerukan sedimentasi menggunakan metode dredging di Waduk Gondang pada Agustus mendatang.

Meninjau pemasangan alat dredging, Senin (20/7) di Waduk Gondang, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, upaya ini dilakukan untuk mengembalikan kapasitas Waduk Gondang. Volume awal Waduk Gondang adalah 25 juta meter kubik, sedangkan saat ini Volume Waduk Gondang adalah 19,7 juta meter kubik.

Karena berkurangnya kapasitas Waduk Gondang, sangat berpengaruh pada pemaksimalan irigasi pertanian. Mengingat, volume Waduk Gondang berpotensi mengairi 10,588 ribu hektar areal sawah di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sugio, Sukodadi, Turi, Kembangbahu, dan Lamongan.

‘’Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama BBWS akan segera memulai pengerukan sedimentasi yang ada di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Waduk Gondang memiliki peran penting terhadap irigasi pertanian, yangmana pertanian salah satu potensi unggulan di Kabupaten Lamongan,’’ tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi menjelaskan, pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang merupakan agenda pemeliharaan rutin oleh Pemkab Lamongan. Namun metode dredging baru pertama kali dilaksanakan pada pengerukan Agustus mendatang.

‘’Ini adalah pertama kalinya pengerukan di Waduk Gondang menggunakan metode dredging. Pemeliharaan akan terus dilakukan, sembari melihat keefektifan metode ini. Karena pengembalian volume awal Waduk Gondang tentu membutuhkan pemeliharaan beberapa kali,’’ jelasnya.

Berita Terkait :  Hasil Survey Litbang Kompas, Paslon Salaf Unggul 66,6 Persen di Pilkada Kabupaten Malang

Ketua Petani Pemakai Air (HIPPA) Daerah Irigasi (DI) Waduk Gondang, Ramijo, menyambut baik pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang. Karena pemaksimalan irigasi pertanian dari Waduk Gondang sangat memberikan manfaat keberhasilan Musim Tanam (MT) I hingga MT III bagi petani sekitar.

‘’Dengan adanya pengerukan sedimentasi di Waduk Gondang, volume air akan bertambah. Sehingga kebutuhan air untuk pertanian akan tercukupi. Karena jika air di Waduk Gondang tidak cukup, maka petani harus mengambil air dari Bengawan Jero dan tentu membutuhkan biaya operasional tinggi,’’ kata Ramijo. [yit.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!