Gresik, Bhirawa – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan program pemberdayaan ekonomi kreatif dengan memperkenalkan inovasi produk olahan mangga di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang menggandeng ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi buah mangga yang melimpah di wilayah tersebut.
Dalam sosialisasi tersebut, tim mahasiswa Untag memaparkan materi cara membuat olahan buah mangga sekaligus mendemonstrasikan tiga jenis produk olahan baru, yaitu pickle (acar) mangga, puding mangga, dan selai mangga. Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari puluhan ibu-ibu PKK yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Suasana interaktif mulai terasa mencair saat memasuki sesi mencicipi produk (food tasting). Namun, momen unik terjadi ketika para peserta mulai mencoba pickle mangga. Rasa masam yang cukup kuat dari produk fermentasi tersebut sempat mengejutkan lidah beberapa ibu PKK yang hadir.
“Aduh, Mas, kok kecut rasanya ini?”, ujar salah satu ibu PKK sembari mengernyitkan dahi spontan, yang langsung memicu gelak tawa dari kelompok ibu-ibu PKK yang lain. Beliau menambahkan bahwa rasa tersebut kurang familier bagi masyarakat sekitar. “Kalau di lidah orang sini, sepertinya ini terlalu asem, Mas. Kurang cocok kalau buat camilan sehari-hari.”
Pickle mangga dinilai terlalu masam, dua produk olahan lainnya justru sukses menjadi primadona dan memanen pujian. Puding mangga dan selai mangga dinilai memiliki komposisi rasa yang sangat pas dengan selera lokal masyarakat Desa Gedangan.
“Nah, kalau yang puding sama selai ini baru manis, Mas! Rasanya pas, teksturnya lembut, dan rasanya cocok banget di lidah kami. Ini sih pasti laku kalo dijual,” ungkap salah seorang pengurus PKK dengan nada penuh semangat. Respon positif ini menjadi evaluasi sekaligus peluang besar bagi mahasiswa KKN untuk terus mengawal hilirisasi produk puding dan selai mangga tersebut menjadi produk UMKM unggulan desa. [why]


