Bondowoso, Bhirawa. Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bondowoso kembali menggelar Pengajian Mahabudiman VII di Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (11/7). Dengan mengusung tema “Berhijrah dari Manusia Biasa Menjadi Insan Kamil yang Diridhai”, kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman, membangun ketahanan keluarga, serta meningkatkan peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Pengajian menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan, Madura, KH. Musleh Adnan, sebagai penceramah. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso Khodijatul Qodriyah, Wakil Ketua TP PKK, staf ahli bupati, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta camat se-Kabupaten Bondowoso.
Dalam tausiyahnya, KH. Musleh Adnan mengajak seluruh jamaah menjadikan hijrah sebagai proses memperbaiki kualitas diri menuju pribadi yang diridhai Allah SWT. Menurutnya, perubahan menuju insan yang lebih baik harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi penerus.
Ia menekankan bahwa ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam mendidik anak. Peran seorang ibu, lanjutnya, menjadi sangat strategis karena merupakan madrasah pertama bagi putra-putrinya.
“Apabila seorang ibu terus belajar dan memperdalam ilmu agama, maka ia akan menjadi pilar yang melahirkan generasi berkarakter dan berakhlak mulia,” ungkap KH. Musleh Adnan.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bondowoso yang secara konsisten menyelenggarakan Pengajian Mahabudiman sebagai wadah pembinaan keagamaan sekaligus penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas spiritual masyarakat serta ketahanan institusi keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial.
“Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengucapkan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK yang terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan kemaslahatan melalui kegiatan keagamaan dan aksi sosial. Ketahanan spiritual yang kuat akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang selaras, efektif, dan tepat sasaran,”ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan pertama bagi setiap anak. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu, menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, menjelaskan bahwa Pengajian Mahabudiman merupakan program pembinaan yang diselenggarakan secara berkelanjutan setiap dua bulan sekali.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen TP PKK dalam mendukung prioritas pembangunan daerah melalui penguatan karakter keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan literasi keagamaan, hingga edukasi pencegahan pernikahan usia dini.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan melalui majelis ilmu diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Tidak hanya dalam memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan,”terangnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan TP PKK mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bondowoso.
Melalui Pengajian Mahabudiman VII, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama TP PKK berharap semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik terus tumbuh di tengah masyarakat. Penguatan nilai-nilai keislaman, karakter keluarga.
“Serta pemberdayaan perempuan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing, sekaligus menjadi modal sosial dalam mewujudkan pembangunan Bondowoso yang lebih maju, harmonis, dan berkelanjutan,”tandasnya. [san.hel]


