27.2 C
Sidoarjo
Sunday, July 12, 2026
spot_img

DPU Bina Marga Kejar Target Rampungkan Proyek di Oktober-Desember


Pemprov, Bhirawa – Pencapaian di paruh pertama 2026, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur mencatat kemajuan signifikan pada paket-paket reguler tahun 2026.

Kepala Bidang Pembangunan & Peningkatan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga, Ahmad Faathir Wicaksono, mengungkapkan satu paket sudah selesai 100 persen.

“Paket pekerjaan itu adalah pelebaran jalan Ponjo Jatirogo di batas provinsi Jawa Tengah. Pekerjaan sepanjang sekitar dua kilometer tersebut telah rampung, menyisakan tahap optimisasi dan penyelesaian administrasi keuangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).

Secara keseluruhan, Faathir menyatakan progres fisik untuk sebagian besar paket berada pada tren positif. Contohnya, paket pelebaran jalan di ruas Kabupaten Lumajang-Kencong dan Kencong-Kasia di Kabupaten Jember ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Menurut catatan terakhir yang disampaikan Faathir, progres paket-paket tersebut mencapai sekitar 74% pada pekan lalu, dan diperkirakan telah bertambah sekitar 5% sejak itu.

“Dengan laju kemajuan saat ini, kami optimis target penyelesaian Oktober dapat tercapai,” katanya menambahkan.

Target penyelesaian Oktober dan Desember, sambung Faathir, ada dua fase penyelesaian utama ditetapkan, beberapa paket jalan diproyeksikan selesai pada Oktober, sementara mayoritas paket jembatan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Faathir menegaskan bahwa untuk paket-paket yang ditarget rampung pada Oktober, estimasi sekarang berada di kisaran lebih dari 90% ketika menghitung percepatan yang terjadi belakangan.

Berita Terkait :  Persebaya (bukan) Sekadar Klub

“Sementara untuk paket jembatan, Desember tetap menjadi tenggat yang realistis asalkan langkah percepatan dijalankan sesuai rencana,” cetus Faathir menjelaskan.

Meski secara umum prospeknya baik, ada satu klaster paket jembatan yang memerlukan perhatian khusus. Paket-paket tersebut meliputi penggantian Jembatan Tongas, Jembatan Kengkengan, serta Jembatan Kulak dan Kelajan di Kabupaten Probolinggo.

Faathir menyebut progres fisik pada paket-paket ini masih minim dan membutuhkan intervensi agar tidak tertunda lebih lama.

Menurut Faathir, ada beberapa strategi percepatan untuk pekerjaan jembatan. Pekerjaan jembatan yang pada pokoknya adalah pekerjaan beton memiliki keterbatasan waktu karena kebutuhan masa perawatan beton (umur beton). Namun Faathir memaparkan strategi praktis untuk mempercepat tanpa mengorbankan mutu, mempercepat proses fabrikasi komponen bangunan atas, yaitu balok dan tulangan, yang dapat dikerjakan di luar lokasi (off-site).

Menurutnya, sejumlah fabrikasi tulangan dan balok sudah dikerjakan, bahkan dapat dikatakan telah selesai, tetapi belum tercatat dalam progres karena pengerjaan off-site. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pekerjaan fabrikasi tersebut segera difinalisasi dan dimasukkan ke dalam pengukuran progres agar memperjelas status riil lapangan.

Faathir menunjukkan optimisme bahwa tenggat di Bulan Desember bisa tercapai untuk mayoritas paket jembatan. Ia mengingat pengalaman 2025 ketika hanya satu paket yang menghadapi tantangan juga berupa jembatan, sehingga target reguler Desember tahun ini seharusnya lebih realistis apabila manajemen fabrikasi dan pencatatan progres diperbaiki.

Berita Terkait :  Bupati Tulungagung Tunjuk Plt untuk Isi Kekosongan Delapan Kepala OPD Eselon II

Capaian paket-paket jalan kuat dan paket jembatan punya jalur percepatan teknis yang baik. Namun, Fokus pengawasan harus diarahkan pada paket-paket di Kabupaten Probolinggo agar tidak menjadi hambatan akhir tahun.

“Pencatatan progres yang akurat juga penting untuk mengevaluasi kebutuhan dukungan sumber daya lebih cepat dan tepat,” kata Faathir menutup. [aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!