31.7 C
Sidoarjo
Monday, July 13, 2026
spot_img

Percepat Penurunan Angka Stunting, Pemdes Gempolkurung Menganti Gencarkan Lakukan Penyuluhan

Gresik, Bhirawa – Guna mewujudkan penurunan angka stunting di Desa Gempolkurung, Pemdes Gempolkurung, Kecamatan Menganti terus melakukan upaya nyata dengan menggelar “Penyuluhan Penurunan Stunting” di balai desa desa itu. Kegiatan  melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes), kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), organisasi masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya

Kepala Desa (Kades) Gempolkurung, Nuriyadi mengatakan jika kegiatan penyuluhan penurunan stunting di wilayahnya akan terus diintensifkan untuk menekan terjadinya penambahan angka stunting baru.

“Pemdes Gempolkurung sih berharap, angka stunting di desa kami bisa terus menurun dari tahun ke tahun. Dan kedepannya semoga bisa terwujud zero stunting di Gempolkurung,” tuturnya, Senin (13/7).

Kades Nuriyadi juga memastikan jika semua warga masyarakat yang ditinggal di lingkungan Desa Gempolkurung, baik warga asli maupun warga pendatang, akan tetap mendapatkan pelayanan yang sebaik- baiknya.

“Yang tinggal di Gempolkurung itu kan bukan hanya warga asli sini. Ada juga warga dari luar daerah. Seperti para pekerja pabrik. Walaupun mereka bukan warga asli Gempolkurung, tapi tetap akan kami layani dengan sepenuh hati,” jelas Kades Nuriyadi

Sementara itu,  Sumini yang merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bertugas sebagai Bidan di Puskesmas Kepatihan, dalam paparannya menyampaikan akan pentingnya penanganan sejak dini akan pola tumbuh kembang anak khususnya anak balita, agar anak terhindar dari stunting. Semini sendiri tercatat di Puskesmas Kepatihan berada dalam struktur program pelayanan kesehatan, yang posisinya menangani balita dan biasanya berada di bawah koordinasi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Pelayanan Kesehatan Anak/Balita

Berita Terkait :  Warnai HUT Ke-80 RI, PT Petrokimia Gresik Bentuk Kepedulian dan Kolaborasi

Adapun layanan utama anak/balita meliputi Poli Anak / Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), pemantauan tumbuh kembang balita (SDIDTK), program imunisasi rutin dasar dan penanganan dan pencegahan stunting.

Stunting tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi. Pola asuh yang kurang tepat, rendahnya pemahaman mengenai mencukupi gizi anak, hingga kurangnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak juga dapat menjadi penyebab stunting.

Oleh karena itu, keterlibatan organisasi masyarakat, kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran keluarga mengenai pola asuh dan penyediaan gizi yang baik.

Untuk diketahui, saat ini Pemkab Gresik terus memperkuat sinergi penurunan stunting, untuk mengejar target 14,2 persen. Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gresik ini dilakukan  dengan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting guna mencapai target prevalensi sebesar 14,2 persen pada tahun 2029. Penguatan kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Sinkronisasi Program dan Pendampingan Web Pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (Web Bangda) Kabupaten Gresik Tahun 2026 yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, pada Rabu (17/6/2026) lalu. [eri.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!