Makassar, Bhirawa – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan komitmen TP PKK Jawa Timur untuk memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi membangun keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera. Komitmen ini merupakan kontribusi PKK dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Arumi saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 dengan tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7) malam.
Arumi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan kebijakan pemerintah, melainkan bermula dari keluarga yang berkualitas. Karena itu, implementasi 10 Program Pokok PKK harus terus diperkuat melalui kolaborasi antara kader PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ketahanan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Ketika keluarga sehat, mandiri, berdaya, dan sejahtera, maka pembangunan daerah maupun nasional akan memiliki fondasi yang semakin kuat. Karena itu, implementasi 10 Program Pokok PKK harus terus diperkuat melalui kolaborasi semua pihak,” ujar Arumi.
Pada acara itu, Arumi bersama Ketua TP PKK provinsi se-Indonesia mengikuti arahan Pelindung TP PKK, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, yang menegaskan pentingnya memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Seluruh program PKK didorong agar selaras dengan Asta Cita melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan program berorientasi pada hasil nyata.
Sebagai tindak lanjut, Arumi menyatakan TP PKK Jawa Timur terus mengakselerasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK lewat kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah penguatan pendampingan ibu hamil bersama kader PKK dan kader Posyandu sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat penurunan stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga sejak masa kehamilan.
Selain itu, TP PKK Jawa Timur mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui penguatan UMKM, peningkatan kapasitas perempuan, pengembangan keterampilan, dan pendampingan usaha agar keluarga semakin produktif dan memiliki ketahanan ekonomi lebih baik.
“Di Jawa Timur, kami terus berupaya mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
“Pendampingan ibu hamil bersama kader PKK dan Posyandu terus kami perkuat sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan. Di sisi lain, kami juga terus mendorong pemberdayaan UMKM dan peningkatan kapasitas perempuan agar keluarga semakin mandiri dan produktif,” ujar Arumi.
Arumi menilai HKG PKK bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah melalui pertukaran pengalaman, praktik baik, dan inovasi program yang berhasil diterapkan di masing-masing wilayah. Keberagaman karakteristik daerah justru menjadi kekuatan gerakan PKK untuk saling belajar dan mengembangkan pendekatan yang lebih efektif sesuai kebutuhan masyarakat.
“Melalui forum seperti ini, kami dapat saling berbagi pengalaman, belajar dari praktik-praktik terbaik daerah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi agar implementasi 10 Program Pokok PKK semakin adaptif, inovatif, dan tepat sasaran,” tuturnya.
Arumi berharap semangat HKG PKK Ke-54 menjadi energi baru bagi seluruh kader PKK, khususnya di Jawa Timur, untuk terus menghadirkan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
“Hari Kesatuan Gerak PKK menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi ini terletak pada pengabdian para kader yang hadir langsung di tengah masyarakat. Saya berharap semangat tersebut terus terjaga sehingga 10 Program Pokok PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat bersama-sama membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.” pungkasnya. [aya.kt]


