32 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Kerahkan 53 Perahu, Satpolairud Beri Pengamanan Khusus Program Sholawat Burdah Tengah Laut Desa Jangkar

Situbondo, Bhirawa – Suasana pesisir laut di kawasan Pantai Kedai Siring, Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo berubah menjadi ruang ibadah terbuka Rabu malam (3/9/2026). Sebanyak kurang lebih 53 perahu nelayan membawa jamaah ke tengah laut untuk mengikuti Sholawat Burdah Tengah Laut 2026.

Tradisi keagamaan tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 18.00 WIB dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208.

Prosesi Sholawat Burdah dipimpin langsung oleh KHR Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kegiatan diawali dari panggung di tepi pantai sebelum rombongan perahu bergerak menuju tengah laut untuk melantunkan sholawat bersama.

Di balik kegiatan religius tersebut, aparat gabungan menyiapkan pengamanan khusus untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, terutama karena seluruh rangkaian utama dilaksanakan di perairan.

Kasat Polairud Polres Situbondo AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, pengamanan dibagi menjadi dua sisi, yakni darat dan laut. Pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta sejumlah instansi terkait dan unsur masyarakat.

“Pengamanan ada dua sisi, yaitu sisi darat dan sisi laut. Pengamanan gabungan baik dari unsur Polri, TNI maupun instansi terkait lainnya,” kata AKP Gede.

Khusus di perairan, lanjut AKP Gede, petugas mengerahkan empat sarana apung untuk melakukan pemantauan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat selama jamaah berada di tengah laut.

Berita Terkait :  Satpol PP Tulungagung Terus Patroli Halau PKL di Kawasan Terlarang

“Empat sarana tersebut terdiri atas perahu karet milik Satpolairud Polres Situbondo, speedboat dari Pos TNI AL Jangkar, speedboat dari Pos TNI AL Panarukan, serta kapal dari KSOP Kelas IV Panarukan,” ungkap mantan Kapolsek Asembagus itu.

Menurut AKP Gede, pengamanan telah dipersiapkan melalui rapat koordinasi lintas sektoral sebelum kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur pengamanan dapat menjalankan tugas secara terpadu.

“Rapat koordinasi sudah dilakukan lebih awal sehingga personel pengamanan yang terdiri dari lintas sektoral dan swakarsa masyarakat dapat bersinergi dengan baik. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali,” ujarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa menyebutkan, sedikitnya ada 200 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur Polri, TNI, tenaga kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, KSOP, Linmas, hingga masyarakat sekitar.

“Tak hanya mengandalkan kesiapan petugas, aspek keselamatan jamaah juga menjadi perhatian. Sebagian besar jamaah yang berada di atas perahu disebut telah menggunakan life jacket selama mengikuti prosesi sholawat di tengah laut,” kupas AKP Gede.

AKP Gede juga menyebut kondisi cuaca turut mendukung kelancaran kegiatan. Angin relatif bersahabat dan gelombang laut dalam kondisi landai sehingga tidak ditemukan kendala selama prosesi berlangsung.

“Alhamdulillah cuaca saat pelaksanaan baik. Angin dan gelombang air laut landai sehingga tidak ada kendala apapun,” jelasnya.

Berita Terkait :  Pemkab Bojonegoro Kirim 18 Truk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana di Sumatera

Sementara itu pembukaan kegiatan turut dihadiri Bupati Situbondo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Bagi aparat, kelancaran kegiatan bukan berarti aspek keselamatan boleh diabaikan. Justru, kegiatan keagamaan yang digelar di tengah laut menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan setiap pengguna transportasi laut.

AKP Gede berharap pada pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang, kesadaran masyarakat untuk menggunakan perlengkapan keselamatan dapat semakin ditingkatkan.

“Kami berharap untuk kegiatan yang serupa ke depan, kedisiplinan masyarakat dalam menjaga keselamatan di laut lebih ditingkatkan, terutama penggunaan life jacket untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas AKP Gede.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!