26.7 C
Sidoarjo
Thursday, July 9, 2026
spot_img

Kadisdik Sumenep Minta MPLS Momen Kenalkan Sekolah Aman dan Inklusif


Sumenep, Bhirawa – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep mulai mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut menjadi paradigma baru dalam penyambutan peserta didik baru dengan menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta menghormati hak-hak anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menjelaskan, MPLS Ramah merupakan transformasi dari pola pelaksanaan MPLS sebelumnya yang cenderung beragam di setiap sekolah.

Kini, seluruh satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan yang lebih terstruktur, edukatif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. “Tujuan utama MPLS Ramah adalah membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan, sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan siap mengikuti proses pembelajaran,” kata Moh. Iksan, Kamis (8/7).

Menurutnya, pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung selama lima hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkenalkan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta kemampuan bersosialisasi peserta didik.

Pada hari pertama, sekolah akan memfokuskan kegiatan pada penyambutan dan perkenalan. “Kepala sekolah bersama guru menyambut langsung kedatangan peserta didik baru, dilanjutkan dengan pengenalan warga sekolah, teman sekelas, serta berbagai permainan sederhana untuk membangun keakraban,” paparnya.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan terhadap visi, budaya, dan lingkungan fisik sekolah melalui tur ke ruang kelas, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), kantin, hingga fasilitas penunjang lainnya. Pada hari pertama pula dikenalkan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak awal memasuki lingkungan pendidikan.

Berita Terkait :  Dosen UPN Veteran Jatim lakukan Digitalisasi BUMDes Suraya Kanigoro

Memasuki hari kedua, peserta didik mulai dibiasakan menjalani kebiasaan positif dan disiplin awal. Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pengenalan guru mata pelajaran, permainan kerja sama, hingga pengenalan jadwal belajar, pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya memanfaatkan kantin sehat. “Siswa tidak hanya dikenalkan dengan aturan sekolah, tetapi juga dibimbing agar memiliki kebiasaan positif sejak hari pertama belajar,” jelas Iksan.

Pada hari ketiga, kegiatan lebih diarahkan pada eksplorasi potensi diri melalui pengenalan bakat dan minat peserta didik. Sekolah juga mengadakan permainan literasi dan numerasi, memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, membaca bersama, hingga memberikan edukasi mengenai penggunaan media digital secara bijak. Tidak hanya itu, peserta didik juga memperoleh materi mengenai keamanan lingkungan sekolah, simulasi keselamatan, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang diakhiri dengan refleksi diri.

“Pada hari keempat difokuskan pada penguatan karakter dan nilai sosial. Kegiatan diawali dengan pembiasaan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing peserta didik, dilanjutkan gotong royong menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah,” tegasnya.

Sekolah juga mengenalkan organisasi sekolah, memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying), kesehatan mental, budaya antre, disiplin, serta menggelar kegiatan seni dan diskusi mengenai cita-cita peserta didik.

Materi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang ramah anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. “Pendidikan karakter harus dimulai sejak hari pertama anak masuk sekolah. Karena itu, seluruh sekolah wajib menciptakan lingkungan yang menghargai setiap peserta didik,” imbuhnya.

Berita Terkait :  ITS Tetapkan 34 Mahasiswa Terdampak Banjir sebagai Penerima Bantuan

Disdik Sumenep berharap seluruh sekolah mampu mengimplementasikan panduan MPLS Ramah secara konsisten. Program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan peserta didik baru, melainkan bagian dari proses pendidikan yang membangun rasa percaya diri, karakter positif, dan kemampuan beradaptasi anak.

Disdik juga menekankan, keberhasilan MPLS Ramah bergantung pada keterlibatan seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik senior dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan pendekatan baru tersebut, sekolah diharapkan benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, bebas perundungan, bebas kekerasan.

“Sekolah juga diharapkan mampu menjadi rumah kedua bagi peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki dunia pendidikan. Melalui implementasi MPLS Ramah 2026, kami juga berharap proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih baik sekaligus menjadi fondasi terbentuknya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tukasnya. [sul.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!