Kediri, Bhirawa
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri mulai mengoperasikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kelurahan Campurejo. Fasilitas tersebut disiapkan untuk melayani pengolahan lumpur tinja rumah tangga maupun perkantoran guna meningkatkan kualitas sanitasi di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan keberadaan IPLT menjadi bagian penting dalam mewujudkan sanitasi aman agar limbah domestik tidak mencemari lingkungan maupun sumber air tanah. “Pembangunan sanitasi saat ini tidak hanya soal sanitasi layak, tetapi juga sanitasi aman. Salah satu syaratnya adalah keberadaan IPLT,” ujarnya, Kamis (28/5).
IPLT Campurejo mulai beroperasi pada Mei 2026 dan dapat dimanfaatkan masyarakat melalui layanan Sigap Instalasi Lumpur Tinja Aman (Si Sinta). Melalui layanan tersebut, warga dapat mengajukan penyedotan tangki septik dengan menghubungi nomor 0851-1313-2295.
Menurut Endang, masyarakat dianjurkan melakukan penyedotan tangki septik secara berkala, minimal setiap dua hingga tiga tahun sekali, untuk mencegah luapan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. “Kami menyarankan tangki septik dikuras secara berkala agar tidak meluber dan mencemari lingkungan sekitar,” katanya.
Saat ini, IPLT Kota Kediri didukung satu armada truk penyedot lumpur tinja yang beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Lumpur tinja hasil penyedotan kemudian dibawa ke IPLT Campurejo untuk diolah melalui beberapa tahapan hingga memenuhi baku mutu sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum sebelum dibuang ke saluran air.
Untuk tarif layanan, Dinas PUPR mengacu pada Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penyedotan kakus dikenakan tarif Rp175 ribu per meter kubik, sedangkan pengolahan limbah cair rumah tangga, perkantoran, dan industri sebesar Rp35 ribu per meter kubik.
Selain mengoperasikan layanan, Dinas PUPR Kota Kediri juga tengah mengajukan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) IPLT guna mendukung optimalisasi pelayanan. Kajian akademik untuk pembentukan UPTD tersebut disebut telah rampung.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui bimbingan teknis bersama Balai Teknik Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum. “Kami juga mendorong penyedia jasa sedot tinja swasta memanfaatkan IPLT untuk mengolah lumpur tinja dengan biaya yang terjangkau,” tandas Endang. [van.nov.ca]


