Pemprov Jatim, Bhirawa
Tantangan kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang semakin kompleks di era perubahan menjadi perhatian serius Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan apel pagi yang digelar pada Senin (13/4), dengan penekanan pada pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas kinerja dan pelayanan publik.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Ghana Renaldi Pasca Surya, menegaskan bahwa kedisiplinan tidak lagi dimaknai secara sempit sebatas kehadiran, melainkan menyangkut komitmen menyelesaikan pekerjaan secara optimal.
“Kedisiplinan adalah cerminan integritas kita sebagai ASN. Tidak hanya datang tepat waktu, tetapi juga bagaimana kita konsisten dalam menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya saat menjadi pembina apel.
Menurutnya, tantangan kerja ASN saat ini menuntut lebih dari sekadar rutinitas administratif. Perubahan yang cepat mengharuskan setiap pegawai mampu beradaptasi, bekerja efektif, serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan.
“Tantangan kinerja ke depan semakin besar, sehingga kita dituntut untuk bekerja lebih efektif, inovatif, dan kolaboratif,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kedisiplinan sejati tidak lahir dari pengawasan, melainkan dari kesadaran individu dalam menjalankan tanggung jawab.
“Jangan menunggu diawasi untuk disiplin. Kedisiplinan sejati terlihat dari komitmen diri dalam bekerja secara konsisten,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ghana menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan program organisasi. Kontribusi individu, kata dia, harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar formalitas kerja.
“Setiap individu memiliki kontribusi yang menentukan. Jangan bekerja hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi pastikan pekerjaan kita memberikan hasil yang nyata dan berdampak,” tegasnya.
Selain disiplin dan kinerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi sorotan. ASN didorong untuk terus mengembangkan kompetensi guna menjawab dinamika pekerjaan yang terus berkembang.
“Kita harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan kerja yang semakin dinamis,” pungkasnya. [fir.kt]


