32.3 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

Hingga Juli 2026, Damkar Kota Probolinggo Tangani 34 Kejadian Kebakaran

Kota Probolinggo, Bhirawa – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo mencatat telah menangani 34 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Memasuki musim kemarau, petugas meningkatkan kesiapsiagaan karena potensi kebakaran diperkirakan meningkat hingga September.

Berdasarkan rekap kejadian Satpol PP Kota Probolinggo, jumlah kebakaran tahun ini masih terus bertambah seiring berjalannya waktu. Sebagai perbandingan, pada 2025 tercatat 70 kejadian kebakaran, sedangkan pada 2024 mencapai 117 kejadian, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Sebelumnya, jumlah kejadian kebakaran tercatat 105 kasus pada 2023, 60 kasus pada 2022, dan 53 kasus pada 2021.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP, Linmas, dan Damkar Kota Probolinggo Tri Setyo Anggodo mengatakan, memasuki Juli hingga September, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan karena periode tersebut identik dengan musim kemarau dan angin kencang yang berpotensi memicu kebakaran.

“Beberapa minggu terakhir kebakaran lahan cukup sering terjadi. Sekarang musim panas dan angin sehingga api sangat mudah membesar apabila ada pembakaran sampah maupun sisa panen,” ujarnya saat ditemui di Mako Damkar Kota Probolinggo, Rabu (22/7).

Menurut Tri, sebagian besar kebakaran lahan dipicu perilaku masyarakat yang masih membakar sisa hasil panen maupun sampah tanpa pengawasan. Padahal, lokasi pembakaran banyak yang berada di dekat permukiman maupun fasilitas umum sehingga asap dan api berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain penanganan kebakaran, Damkar juga semakin aktif melakukan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi di sekolah, lingkungan permukiman, instansi pemerintah hingga perusahaan.

Berita Terkait :  Plt Wali Kota Madiun Ajak Insan Pers Kawal Pembangunan

Bahkan setiap selesai menangani suatu kejadian, petugas diminta menyampaikan pesan edukasi melalui media sosial agar masyarakat memahami penyebab kebakaran sekaligus langkah pencegahannya.

Tri menambahkan, pihaknya menargetkan waktu tanggap (response time) kurang dari 15 menit. Seluruh personel juga tetap bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi meningkatnya laporan masyarakat pada musim kemarau.

Ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun sisa panen sembarangan, memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, serta segera melapor apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!