28.3 C
Sidoarjo
Sunday, July 26, 2026
spot_img

Harga Sembako di Kota Pasuruan Melonjak, Disperindag sebut Imbas Kenaikan dari Hulu

Kota Pasuruan, Bhirawa. – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pasuruan tercatat masih tinggi selama sepekan terakhir. Komoditas seperti beras, telur ayam ras, daging ayam, hingga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan menyampaikan persistennya harga tinggi ini dipicu oleh kenaikan harga dari sisi hulu, mulai dari tingkat petani, distributor, hingga harga hewan ternak.

Berdasarkan pantauan di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan, Minggu (26/7), harga daging ayam ras masih bertahan di angka Rp 35.000 per kilogram. Padahal, harga normal komoditas tersebut berada di kisaran Rp 31.000 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi pada telur ayam ras yang kini dijual seharga Rp 24.000 per kilogram, melonjak dari harga normalnya sebesar Rp 21.000 per kilogram.

Kepala Disperindag Kota Pasuruan melalui Bidang Perdagangan, Mulyono, membenarkan tren kenaikan itu terjadi merata di empat pasar tradisional wilayah Kota Pasuruan.

“Kenaikan ini sudah berlangsung sekitar sepekan,” ujar Mulyono.

Mulyono menjelaskan, tiap komoditas memiliki faktor pemicu kenaikan yang berbeda-beda. Yakni, untuk beras dipicu oleh melambungnya harga gabah di tingkat petani yang secara otomatis mendongkrak harga perolehan beras.

Telur ayam karena dipengaruhi oleh kenaikan harga dari tingkat distributor yang diperparah oleh pembengkakan biaya distribusi dan transportasi. Serta daging sapi, terjadi akibat kenaikan harga sapi hidup dari peternak.

Berita Terkait :  DPRD Kota Mojokerto Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Menjadi Perda

“Kalau daging sapi, memang harga sapinya yang naik. Sedangkan telur berasal dari kenaikan harga distributor. Beras juga dipengaruhi harga gabah yang sedang tinggi,” imbuh Mulyono.

Sementara itu, di tengah melambungnya harga pangan utama, komoditas hortikultura justru mulai menunjukkan tren positif.

Mulyono menyebutkan harga sayur-mayur kini sudah berangsur kembali ke batas normal setelah sempat melonjak pada pekan sebelumnya.

“Untuk sayur mayur dan sejenisnya sekarang relatif stabil di harga normal. Minggu sebelumnya memang sempat naik, tetapi sekarang sudah turun kembali,” kata Mulyono.

Guna mengantisipasi gejolak pasokan dan gangguan distribusi yang berpotensi memicu lonjakan harga lebih lanjut, Disperindag Kota Pasuruan memastikan akan terus melakukan pemantauan ketat secara berkala di empat pasar tradisional tersebut. [Hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!