26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, July 22, 2026
spot_img

Era AI, BK DPR RI Ajak Mahasiswa Asah Soft Skill dan Jaga Integritas

Kepala Badan Keahlian (BK) DPR RI, Bayu Dwi Anggono, dalam acara PA3KN, di Ruang Command Center, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). tjitjiek rahayu soerjo/bhirawa.

DPR RI Jakarta. Bhirawa. – Perkembangan kecerdasan buatan (AI/Akal Imitasi) mengubah cara dunia bekerja. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, mahasiswa dinilai perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga berbagai soft skill yang akan menjadi penentu daya saing di masa depan. 

Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Keahlian (BK) DPR RI Bayu Dwi Anggono saat memberikan pidato pembukaan di acara PA3KN dengan Tema “Enhancing Knowledge Through Institutional Visit” kepada mahasiswa Universitas Bhayangkara Jaya di Ruang Command Center, Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Bayu, menyelesaikan pendidikan tinggi dengan nilai yang baik saja belum cukup untuk menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Mahasiswa juga harus melatih kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, serta menjaga integritas sebagai bekal memasuki dunia profesional.

“Kuliah di kampus saja tidak cukup. Menyelesaikan semua SKS tidak cukup. Mahasiswa juga harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemajuan AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru. Karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kompetensi di luar bidang akademik dengan mengenali keterampilan yang akan dibutuhkan pada masa mendatang.

Berita Terkait :  Wakil Wali Kota Kediri Lepas Keberangkan 281 Jemaah Haji Kloter 115

Menurut Bayu, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan. Di dunia kerja, setiap individu akan dihadapkan pada persoalan yang menuntut solusi secara cepat dan tepat.

“Di dunia profesional, masalah datang setiap hari. Yang dibutuhkan adalah orang yang mampu mengidentifikasi masalah dan mampu menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Selain itu, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan juga menjadi faktor penting. Bayu mengingatkan bahwa perkembangan teknologi akan terus mengubah pola kerja di berbagai sektor sehingga setiap orang harus siap belajar dan menyesuaikan diri.

“Siapa yang tidak bisa adaptasi, maka dia akan punah,” katanya.

Tak kalah penting, Bayu menekankan bahwa etika dan integritas merupakan fondasi utama dalam membangun karier. Menurutnya, kemampuan yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak disertai sikap jujur dan dapat dipercaya.

“Sekali teman-teman kehilangan integritas, selesai. Integritas itu modal dasar agar bisa bertahan dalam dunia kerja,” ujarnya.

Bayu mendorong mahasiswa untuk aktif mencari pengalaman di luar ruang kelas, mulai dari mengikuti diskusi, magang, hingga memanfaatkan kesempatan berkunjung ke DPR RI.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan memperluas wawasan sekaligus membantu mahasiswa memahami dinamika dunia kerja dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!