35.3 C
Sidoarjo
Wednesday, October 21, 2026
spot_img

BTI Defence Buka Peluang Ekspor Teknologi Pertahanan RI ke Timur Tengah

Surabaya Bhirawa — BTI Defence, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan IRIDIUM Services & Logistic Consultancy LLC (Iridium) dari Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani memorandum of understanding (MOU) kerja sama strategis, kegiatan ini digelar Senin 19 Oktober malam.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi kelautan, inovasi produk, riset terapan, hingga industrialisasi di sektor pertahanan dan kemaritiman.

MOU tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi mengenai pengembangan teknologi kelautan serta industri kemaritiman. Kehadiran Iridium yang berbasis di UEA dinilai membuka pintu masuk bagi produk riset dan kompetensi teknologi Indonesia ke pasar international.

Direktur BTI Defence Peter Tjahjono menjelaskan, kerja sama dengan Iridium tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan alutsista tetapi melayani MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul), (pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul). Menurutnya, pasar tersebut telah besar dan BTI Defence telah memperoleh komitmen pekerjaan awal di sana.

“Kita bekerja sama dengan Iridium untuk memasuki pasar di UEA, di mana pasar untuk maintenance dan overhaul sangat besar dan kita telah mendapatkan komitmen pekerjaan di sana. Langkah berikutnya adalah kita follow up langsung di UEA,” kata Peter saat dikonfirmasi Bhirawa, Rabu (21/10/2026) pagi.

Ia belum dapat merinci cakupan kerja sama secara teknis karena masih memerlukan pertemuan lanjutan di UEA. Namun, arah besarnya jelas, posisi Iridium sebagai mitra lokal di UEA untuk menembus kebutuhan industri pertahanan.

Berita Terkait :  PLN Raih Sector Champion dan Runner Up BUMN Layanan Terbaik Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Peter menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan tenaga ahli.

Dalam kerja sama ini, BTI Defence berencana memenuhi kebutuhan tenaga ahli atau expertise yang memiliki latar belakang lulusan dari ITS dan juga tenaga ahli yang berpengalaman di Angkatan Laut.

Peter berharap lulusan D3 dapat memperoleh peluang kerja di sektor industri pertahanan, khususnya pada bidang perbaikan sarana dan prasarana.

“Harapannya kita bisa mensuplai tenaga teknisi yang memiliki skill set dari ITS. Lulusan D3 bisa mendapatkan peluang bekerja di sektor industri pertahanan,” kata dia.

Dalam ketentuan kerja sama, ketiga pihak berupaya membangun kesinambungan antara kebutuhan pasar dan perkembangan industri dengan kompetensi penelitian serta pengembangan teknologi ITS. Tujuannya menghasilkan produk dan solusi yang relevan, aplikatif, serta berpotensi dikembangkan secara komersial.  [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!