32 C
Sidoarjo
Thursday, September 3, 2026
spot_img

Belajar dari Rusun Rendah Karbon Jalingkut

Pemprov Jatim, Bhirawa – Upaya mewujudkan bangunan yang ramah lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting agar prinsip bangunan gedung hijau (BGH) dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan penyelenggaraan bangunan gedung.

Kesadaran tersebut menjadi landasan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPR KPCK) Provinsi Jawa Timur dalam menggelar kegiatan internal Learning Praktik Penerapan Prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH) melalui Rumah Susun Rendah Karbon Jalingkut, Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung pada akhir Agustus lalu.

Rumah Susun Rendah Karbon Jalingkut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk melihat secara langsung penerapan konsep bangunan rendah karbon. Tidak hanya membahas aspek fisik bangunan, kegiatan ini juga mengajak peserta memahami pentingnya efisiensi energi, penghematan sumber daya, serta keberlanjutan dalam penyelenggaraan bangunan gedung.

Melalui proses pembelajaran tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai bagaimana prinsip BGH dapat diterapkan secara lebih konkret. Bangunan gedung tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tempat beraktivitas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Dr. Eng. Muhammad Nur Fajri Alfata dari Kementerian Pekerjaan Umum serta Iman Senoadji Firmansyah, S.T., M.Eng. dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal. Keduanya berbagi wawasan dan pengalaman terkait penerapan bangunan rendah karbon serta prinsip bangunan gedung hijau.

Berita Terkait :  Blusukan Safari Ramadan PT Petrokimia Gresik Berbagi Berkah Rp2 Miliar

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman aparatur terhadap berbagai aspek penyelenggaraan bangunan gedung yang berkelanjutan. Dengan bekal pengetahuan yang lebih baik, SDM diharapkan mampu mendukung proses perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan bangunan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Peningkatan kompetensi ini dinilai penting seiring kebutuhan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi dan manfaat, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Prinsip tersebut menjadi salah satu fondasi dalam mendorong pembangunan yang mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan.

Melalui kegiatan Learning ini, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur berupaya membangun pemahaman bersama bahwa penerapan BGH membutuhkan komitmen, pengetahuan, dan kolaborasi. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Jawa Timur diharapkan semakin efisien, rendah emisi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!