Surabaya, Bhirawa
Ni Putu Novalia Taulanda, S.Gz, alumni Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2015, merupakan salah satu alumni yang terus mengembangkan kiprahnya di bidang pelayanan kesehatan. Lulus pada 2018, Novi kini menjalankan tugas sebagai Koordinator Konsultasi Gizi bagian klinik di RS KH M Thohir, Pesisir Barat, Lampung. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya sebagai kepala ruangan dan telah bekerja di rumah sakit tersebut sejak 2022.
Dari Gizi Olahraga hingga Gizi Klinik
Ketertarikan Novi memilih Gizi UNAIR salah satunya dipengaruhi oleh reputasi UNAIR secara nasional. Selama menjalani perkuliahan, ia menemukan ketertarikan pada berbagai bidang Gizi, salah satunya gizi olahraga.
Ketertarikan tersebut membuka kesempatan bagi Novi untuk bergabung dengan Badan Sport Science KONI Jawa Timur dan menjadi bagian dari tim gizi pada PON 2016. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam memahami bahwa ilmu Gizi memiliki ruang kontribusi yang luas, tidak hanya dalam pelayanan klinis, tetapi juga olahraga dan kesehatan masyarakat.
Setelah lulus, Novi sempat bekerja di Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Pada 2019, ia pindah ke Pesisir Barat, Lampung, dan kemudian melanjutkan perjalanan kariernya di rumah sakit.
Melewati Perjalanan Karier yang Panjang
Perjalanan Novi untuk mendapatkan posisi profesional di daerah tidak selalu mudah. Ia sempat memulai pekerjaan sebagai tenaga sukarela, kemudian diangkat sebagai tenaga kontrak daerah, hingga akhirnya memperoleh status sebagai PPPK.
Proses tersebut menjadi pengalaman yang mengajarkan pentingnya ketekunan dan kemampuan beradaptasi. Menurut Novi, mahasiswa Gizi juga perlu mempersiapkan diri dengan menguasai berbagai kompetensi karena dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana.
“Dalami semua bidang Gizi, karena saat mencari pekerjaan terkadang jalan yang kita tempuh tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jangan pernah berkata, ‘Saya tidak mau bekerja di salah satu bidang,’ karena kita tidak pernah tahu jalan hidup kita,” pesan Novi.
Berkontribusi pada SDG 3 Melalui Pelayanan Gizi
Dalam perannya sebagai Koordinator Konsultasi Gizi, Novi turut berkontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan pasien melalui konsultasi dan pelayanan gizi klinis. Peran tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-being, yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Novi, pengalaman di berbagai bidang—mulai dari gizi olahraga, pelayanan kesehatan masyarakat, hingga gizi klinik—menjadi bekal untuk terus memberikan kontribusi di bidang kesehatan.
Kiprah Novi menunjukkan bahwa lulusan Gizi UNAIR dapat mengambil berbagai peran profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dari pengalaman di dunia olahraga hingga pelayanan gizi rumah sakit, ilmu yang diperoleh selama pendidikan terus menjadi bekal untuk mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Pesan untuk Mahasiswa Gizi UNAIR
Novi berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu bidang saja. Menurutnya, pengalaman dari berbagai bidang justru dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja.
“Jangan hanya berkutat di satu bidang saja. Mumpung masih muda, setelah lulus kuliah, coba semua bidang. Setelah mantap dengan satu bidang yang diminati, pengalaman yang sebelumnya akan sangat bermanfaat,” tuturnya.
Perjalanan Novi menjadi gambaran bahwa keberhasilan karier dapat dibangun melalui proses, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. Berbekal pendidikan Gizi UNAIR, ia kini terus berkontribusi melalui pelayanan gizi klinis dan mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Pesisir Barat, Lampung. wwn

