28 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Ketika Hutan Menjadi Korban Keserakahan

Oleh :
Rindi Andini
Mahasiswa UIN KHAS Jember.

Pulau Kalimantan adalah suatu pulau dengan julukan sebagai paru-paru dunia, dikarenakan terdapat ribuan bahkan ratusan pohon yang memadati hutan hujan tropis di pulau tersebut. Lalu bagaimana jika hutan yang menjadi tempat tinggal berbagai spesies hewan dan tumbuhan tersebut lenyap di lahap bara api? Kondisi tersebutlah gambaran di hutan Kalimantan pada saat ini, dikutip dari data yang bersumber dari BNPB, BPBD provinsi, Kementerian Kehutanan (SiPongi), Polri, dan laporan media resmi hingga 26-27 Agustus 2026 menyatakan bahwa terjadinya karhutla meliputi seluruh provinsi di Kalimantan; yaitu : Kalimantan Barat (paling terdampak), luas lahan terbakar mencapai ± 38.310-38.311 hektare, dimana titik api menyebar di 2.610 titik dengan jarak pandang <1 km di beberapa area.Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar mencapai ± 7.634 hektare yang dimana titik api mencapai 2.110 titik dengan jarak pandang normal mencapai > 10 km.Kalimantan Selatan, luas lahan yang terbakar mencapai 9.088, 75 hektare dengan titik api mencapai 817 titik dan jarak dengan pandang > 9 km. Kalimantam Timur, luas lahan terbakar mencapai 1.509,55 hetare. Kemudian disusul dengan Provinsi Kalimantan Utara yang relatif rendah.

Data tersebut menunjukkan bahwa hampir di seluruh hutan Kalimantan telah terbakar, lalu apa yang melatar belakanginya? Apakah serta merta murni karena alam atau ada campur tangan manusia dalam tindakan tersebut.

Berita Terkait :  Percepat Pembahasan APBD 2027, Pemkot Malang Segera Usulkan Pj Sekda

Faktor Penyebab
Penyebab utama dari terjadinya Karhutla di Kalimantan yaitu merupakan kombinasi dari faktor alam, dan faktor perbuatan manusia. Faktor alamnya meliputi terjadinya El-Nino, BMKG telah mencatat bahwa pada awal Agustus indeks Nino mencapai +2,77 yang menyebabkan turunnya curah hujan secara signifikan, memperpanjang musim kemarau, serta menyebabkan lahan gambut kehilangan kelembapannya sehingga menjadi kering dan mudah terbakar.

Beberapa Pakar telah menyatakan bahwa El Nino dan kekeringan itu bukan sumber api, dikarenakan api tidak muncul spontan dari matahari, tetapi dibutuhkan adanya suatu pemicunya.

Pemicu tersebut berasal dari perbuatan manusia, Polri telah mencatat bahwa sebagian besar karhutla terjadi karena , sengaja dibakar, hingga pada 23 Agustus 2026 Bareskrim Polri telah menetapkan 72 tersangka dari 89 laporan polisi di seluruh wilayah Kalimantan, barang buktinya berupa adanya jerigen solar dan pertalite, korek api, parang, dan bahkan bibit sawit. Modus utama dari kegiatan tersebut meliputi membuka lahan dengan cara membakar (slash and burn) untuk pembukaan lahan kelapa sawit, pertanian dan lain sebagainya. Bukti tersebut didukung dengan analisis dari Walhi menyatakan bahwa 74% titik api berada dalam kawasan konsesi yang meliputi titik perkebunan sawit, pertambangan, serta perizinan pemanfaatan hutan.

Akibat dari adanya Karhutla
Jadi Karhutla di Kalimantan bukan murni penyebabnya faktor alam, terkuaklah suatu fakta bahwa perilaku manusia menyumbang terjadinya kebakaran. Narasi bahwa penyebab kebakaran karena siklus alam telah menyebarluas, tanpa memberikan suatu fakta bahwa terdapat manusia juga menyumbang adanya kebakaran tersebut. Dampak kebakaran juga membuat kualitas udara memburuk dan hewan yang tinggal di hutan pun menjadi kehilangan rumahnya.

Berita Terkait :  Penyuluhan Polres di MAN 2 Probolinggo, Pelajar Didorong Bijak Bermedsos

Berbagai sumber telah mencatat bahwa terjadinya kebakaran menyebabkan terjadi lonjakan kasus ISPA di masyarakat, aktivitas manusia menjadi terganggu, serta ancaman terhadap satwa di hutan.Dari adanya kebakaran tersebut tidak hanya sampai pada kualitas udara yang buruk, tetapi dari hasil kebakaran tersebut dapat melepaskan emisi karbon yang jika terdapat dalam jumlah besar akan merusak ekosistem yang membutuhkan waktu lama buat pulih seperti sedia kala. Selain hal tersebut juga membuat satwa kehilangan tempat tinggalnya, yang bermakna bahwa dampak Karhutla bukan hanya mempengaruhi aktivitas manusia tetapi ikut berdampak juga terhadap lingkungan secara luas.

Peran Aktif Pemerintah
Kejadian tersebut baru mendapatkan penanganan setelah kondisi api sudah meluas di berbagai titik, padahal langkah pertama ketika api pertama kali muncul dapat menjadi perhatian utama sebelum sampai menyebarluas. Menurut beberapa laporan seringkali terjadinya pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakarnya, disini dipertanyakan bagaimana kinerja peran pengawasan kawasan belum melaksanakan tugasnya secara baik. Selain itu para pelaku jika tidak ditindak dengan tegas maka tidak akan menghasilkan efek jera, yang kemudian akan menjadikan kebakaran tersebut sebagai siklus bertahun ketika memasuki musim kemaru. Karena itu, kebijakan pencegahan harus diperkuat sejak sebelum api muncul, bukan menunggu hingga kebakaran meluas.

Berdasarkan hal tersebut pemerintah perlu memperkuat adanya pengawasan terhadap kawasan yang rawan terbakar, terutama pada wilayah konsesi perkebunan dan kawasan tanah gambut. Peran penegakan hukum juga harus dilaksanakan secara tegas dan sanksi yang berat bagi pelanggarnya, kemudian perlu menyelidiki pihak mana yang memberikan perintah dan memperoleh keuntungan dari pembakaran lahan tersebut.

Berita Terkait :  KAI Daop 7 Madiun Ajak Pelanggan Rayakan HUT Ke-81 RI di Stasiun dan di Atas Kereta Api

Pada akhirnya siklus El Nino membuat lahan menjadi kering dan mudah terbakar, tetapi manusia menyumbang aktifitas yang dapat menentukan apakah api tersebut muncul dan meluas. Hutan Kalimantan bukan hanya sekedar hamparan pepohonan yang menjadi korban kepentingan elit, tetapi hutan Kalimantan adalah sebuah rumah bagi makhluk hidup dan pendukung kehidupan manusia. Ketika hutan tersebut terbakar bukan hanya pepohonan yang musnah, tetapi juga berdampak pada rumah para satwa, udara yang tercemar, serta masa depan generasi mendatang.

————– *** —————

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!