Gresik, Bhirawa
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian yang solid pada kuartal I tahun 2026. Perusahaan berhasil membuktikan ketangguhannya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri semen domestik, seperti kondisi kelebihan kapasitas produksi dan tekanan kenaikan harga akibat tensi geopolitik.
Berdasarkan laporan yang dirilis, pada kuartal I 2026, SIG mencatat sejumlah capaian utama, Volume penjualan: 8,71 juta ton, Pendapatan: Rp8,29 triliun, Beban pokok pendapatan: Rp6,62 triliun, EBITDA, Rp1,06 triliun, Laba sebelum pajak: Rp156 miliar, Laba periode berjalan yang menjadi hak pemilik entitas induk: Rp80 miliar.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pelaksanaan strategi transformasi bisnis yang telah dijalankan perusahaan. Langkah tersebut telah menghasilkan tren pertumbuhan positif sejak kuartal IV 2025 dan terus berlanjut hingga kuartal I 2026, yang tercermin dari peningkatan volume penjualan, pendapatan, maupun laba.
“Transformasi bisnis yang kami jalankan berfokus pada tiga strategi utama, yaitu meningkatkan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio usaha. Ketiga hal ini menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja perusahaan,” ujarnya.
Dari sisi pertumbuhan volume, pada kuartal I 2026, penjualan SIG naik 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 8,57 juta ton.
Pencapaian ini didorong oleh peningkatan penjualan di pasar domestik sebesar 5,4 persen yoy, terutama dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11 persen yoy.
Capaian ini bahkan melebihi pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang tercatat sebesar 7,0 persen yoy. Sementara itu, penjualan di wilayah regional terkontraksi sebesar 8 persen yoy.
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan naik 8,6 persen yoy seiring dengan peningkatan volume penjualan dan dampak kenaikan harga bahan bakar serta energi.
Sementara biaya operasional, termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya, naik sebesar 9 persen yoy. Meskipun demikian, berkat pengelolaan keuangan yang baik, biaya keuangan bersih justru turun sebesar 35,4 persen yoy.
“Kami berhasil mempertahankan tren kinerja positif ini berkat disiplin dalam melaksanakan transformasi bisnis. Selain peningkatan volume penjualan, pendapatan juga tercatat naik 8,3 persen dan laba meningkat sebesar 88,7 persen. Pencapaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa langkah strategis yang ditempuh sudah tepat. Kami akan terus melakukan evaluasi, menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, dan memaksimalkan setiap peluang yang muncul,” tambah Vita.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa SIG bersama anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan mitra usaha Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk keperluan ekspor di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
“Segmen ekspor akan menjadi hal penting bagi kami, tidak hanya untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas produksi di dalam negeri, tetapi juga meningkatkan tingkat pemanfaatan fasilitas produksi dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Penyelesaian proyek di Tuban menjadi tonggak penting bagi kami untuk meningkatkan volume ekspor semen dengan margin yang lebih baik, tidak hanya ke pasar Amerika Serikat, tetapi juga ke berbagai negara lainnya,” pungkasnya. [kim.kt]


