Pemprov Jatim Siapkan Dukungan Regulasi, Investor Dubai dan Tiongkok Terlibat
Pemprov Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan, Madura. Kawasan industri yang dikembangkan PT Wiraraja Madura Internasional tersebut ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027.
Target percepatan pembangunan itu disampaikan saat Khofifah menerima audiensi jajaran PT Wiraraja Madura Internasional bersama delegasi investor asal Dubai dan Tiongkok di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9).
Dalam audiensi tersebut, dibahas kesiapan PT Wiraraja Madura Internasional untuk segera merealisasikan pengembangan kawasan industri di Bangkalan. Khofifah menyatakan Pemprov Jatim siap memberikan dukungan yang diperlukan agar pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Jadi dari Wiraraja Madura menyiapkan untuk bisa langsung membangun di awal tahun 2027, hanya beberapa bulan setelah penandatanganan sejumlah nota kesepahaman awal Agustus lalu. Ini memperlihatkan komitmen untuk memperkuat ekonomi Indonesia dengan mitra-mitra dari negara tetangga,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Pemprov Jatim akan mendukung percepatan pembangunan kawasan industri tersebut, termasuk melalui revisi regulasi yang diperlukan. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan proses pengembangan kawasan dapat berjalan lebih cepat.
Audiensi tersebut dihadiri Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana beserta jajaran. Delegasi Dubai hadir di antaranya Wakil Presiden Bidang Infrastruktur Odeh Asalem Automation Systems (ODASCO LLC) Odeh Asalem, Anggota Dewan Direksi Yahia Odeh Al Salem, serta Wakil Presiden Bidang Teknis dan Riset dan Pengembangan (R&D) Sayed Hussein.
Sementara delegasi Tiongkok di antaranya Pendiri Platform Home Easy Renovation sekaligus Ketua Cabang Industri Furnitur Kamar Dagang Anhui di Suzhou Lu Shaojie dan Direktur Yongyun Municipal Engineering Co., Ltd Dai Xingwang.
Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, kawasan industri Bangkalan nantinya tidak hanya diarahkan untuk pengembangan manufaktur, tetapi juga sektor logistik dan energi ramah lingkungan.
Sejumlah sektor yang disiapkan dalam zona industri tersebut antara lain bioetanol, furnitur, tekstil, hingga panel surya. Pengembangan berbagai sektor itu diharapkan dapat memperkuat aktivitas industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Madura.
“Maka, wilayah industri ini merupakan objek vital dan butuh kerja sama semua pihak untuk menyukseskannya. Saya terima kasih sekali kepada Bu Gubernur yang senantiasa mendukung kami sehingga saya yakin pembangunannya dapat diakselerasi,” katanya.
Dengan dukungan Pemprov Jatim dan keterlibatan mitra investor dari Dubai serta Tiongkok, pengembangan kawasan industri Bangkalan diharapkan dapat segera masuk tahap pembangunan pada awal 2027. [ina]


