27.2 C
Sidoarjo
Monday, September 14, 2026
spot_img

Menenun Kerukunan Pandalungan Lewat Jaran Bodag dan Busana Adat Nusantara


Oleh:
Ayu Firdausiyah, Kota Probolinggo

Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo mengusung tema “Pesona Nusantara, Harmoni Nusantara”. Kegiatan tersebut menampilkan keberagaman budaya Nusantara yang berkembang di Kota Probolinggo, Minggu (13/9).

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan, tema tersebut berkaitan dengan keberagaman budaya masyarakat Kota Probolinggo. Menurutnya, budaya Pandalungan merupakan perpaduan dari berbagai latar belakang budaya.

“Konsepnya adalah Pesona Nusantara, budaya Nusantara yang kita kemas. Kita ingin melihat bagaimana kita menyesuaikan dengan semua budaya yang ada di Indonesia, sehingga bisa beradaptasi dengan situasi, masyarakat, dan seluruh komponen untuk melahirkan inovasi serta berkolaborasi membangun Kota Probolinggo,” kata Aminuddin.

Dalam pawai tersebut, keberagaman juga terlihat dari pakaian adat yang dikenakan sejumlah pejabat. Aminuddin mengenakan pakaian adat Aceh, Wakil Wali Kota mengenakan pakaian adat Bugis, sedangkan Ketua DPRD dan Kapolres Probolinggo Kota mengenakan pakaian adat Minang.

Dandim mengenakan pakaian adat Medan/Mandailing, Ketua Pengadilan Negeri mengenakan pakaian adat Kalimantan, Ketua Pengadilan Agama mengenakan pakaian adat Kupang, sedangkan Sekretaris Daerah mengenakan pakaian adat Lampung.

Saat ditanya alasan memilih pakaian adat Aceh, Aminuddin mengatakan pakaian tersebut diberikan kepadanya dan kebetulan tersedia di rumah.

“Enggak tahu, ini dikasih, ya sudah. Tiba-tiba ada di rumah pakaian Aceh, ya saya pakai Aceh. Tadi tidak ada masalah, mana saja yang ada. Jadi ini menggambarkan kebinekaan di Indonesia,” ujarnya.

Berita Terkait :  Hidupkan Cinta Sejarah, Museum Kambang Putih Adakan Night at The Museum

Aminuddin mengatakan, keberagaman budaya di Kota Probolinggo tidak terlepas dari latar belakang masyarakat yang berasal dari berbagai daerah. Ia menyebut budaya Pandalungan merupakan perpaduan budaya, antara lain Madura, Jawa, Tionghoa, Arab, Melayu, hingga pengaruh Eropa.

Selain pakaian adat, pawai juga menampilkan kesenian tradisional, salah satunya Tari Jaran Bodag yang dibawakan generasi muda. Tari tersebut merupakan salah satu warisan budaya takbenda yang dimiliki Kota Probolinggo.

Menurut Aminuddin, keterlibatan generasi muda menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya daerah. Transfer pengetahuan dan keterampilan dari generasi sebelumnya kepada generasi muda dinilai penting agar kesenian dan tradisi tetap dikenal.

“Harapannya ke depan, mari kita bersama-sama dengan tema Harmoni Nusantara ini, siapa pun yang ada di Kota Probolinggo kita ajak untuk melakukan proses pembangunan Kota Probolinggo,” katanya.

Pawai budaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo dengan menampilkan sejumlah unsur budaya Nusantara. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!