DPRD Tulungagung, Bhirawa. – DPRD Tulungagung prihatin dengan ambrolnya Dam Pacar di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu pada pekan lalu. Mereka berencana segera memanggil Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang mempunyai kewenangan atas dam atau bendungan tersebut. “Sesegera mungkin kami akan mengundang BBWS Brantas,” ujar anggota Komisi D DPRD Tulungagung, Asrori, di Kantor DPRD Tulungagung, Selasa (1/9).
Menurut dia, harus ada solusi yang cepat dalam menyikapi ambrolnya Dam Pacar. Apalagi, kejadian itu berdampak pada areal pertanian di sekitar Dam Pacar. “Ini penting bagi kita. Jangan sampai berlarut-larut. Kalau sampai berlarut-larut tentu akan berdampak pada petani. Terlebih kan ada beberapa area sawah yang hari ini sangat membutuhkan terkait pengairannya,” paparnya.
Asrori yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tulungagung ini menyebut di musim kemarau saat ini para petani sangat membutuhkan air untuk pengairan sawahnya. “Kasihan kalau kemudian tidak ada alternatif pengairannya setelah dam-nya putus,” tandasnya.
Asrori belum bisa memastikan jadwal pasti dalam memanggil BBWS Brantas itu. Pemanggilan akan dilakukan oleh pimpinan DPRD Tulungagung. Sebelumnya, Asrori juga berharap tidak ada lagi peristiwa ambrolnya dam sungai. Cukup hanya di Dam Pacar saja. “Jangan sampai ada yang rusak lagi,” katanya.
Dam Pacar ambrol pada Selasa (25/8) siang pekan lalu. Diduga dam ambrol karena bagian bawahnya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Selama ini Dam Pacar berfungsi mengaliri air di areal pertanian di sembilan desa. Dan paska ambrol, diperkirakan areal pertanian yang terdampak berlokasi di lima desa, yakni Desa Pelem, Desa Wates, Desa Pojok, Desa Tanggung dan Desa Ngranti.[wed.ca]

