Prestasi Siswi SMAN 1 Lumbang Pasuruan
Oleh:
Hilmi Husain, Pasuruan
Siswi kelas XII SMAN 1 Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Ifta Hanifatu Elfira, berhasil meraih medali emas dan penghargaan khusus (Special Award) dalam ajang Thailand International Science, Invention and Innovation Fair (TISIIF) 2026.
Kompetisi riset tingkat dunia tersebut diselenggarakan pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Thailand.
Ifta tampil menonjol di hadapan dewan juri internasional melalui karya ilmiah bertajuk ‘Bioactive Extract of Ganoderma applanatum Mixture Inside Coffee as a Potential Preventive Agent of Colon Cancer’.
Penelitian tersebut menawarkan terobosan medis dengan memformulasikan ekstrak jamur Ganoderma applanatum ke dalam olahan kopi seduh untuk mencegah kanker usus besar (kolon).
“Inovasi ini memanfaatkan ekstrak jamur yang dikemas praktis dalam bentuk kopi seduh untuk mencegah kanker kolon melalui pengujian in vivo pada 50 ekor tikus putih selama 3 bulan,” ujar Kepala SMAN 1 Lumbang sekaligus Pembimbing Riset, Budi Santoso, Selasa, (1/9).
Budi menyebut kompetisi tahun 2026 ini diikuti oleh peserta dari delapan negara, di antaranya adalah Indonesia, Thailand, India, Vietnam, Meksiko, Yaman, Hong Kong dan Kazakhstan.
Adapun rangkaian penelitian Ifta dilakukan sejak Januari hingga Juli 2026. Proses riset dikawal langsung oleh Budi Santoso serta mendapat supervisi dari guru Aulia Dewi Jayanti.
Metodologi penelitian meliputi penelusuran literatur jurnal internasional, pra-eksperimen, serta analisis laboratorium.
Sedangkan, pengujian sampel darah dilakukan untuk mengukur rasio neutrofil dan limfosit, disusul pengamatan mikroskopis pada sel kolon yang diuji di Laboratorium SIG Surabaya.
Raihan di Thailand itu memperpanjang catatan prestasi Ifta di bidang karya ilmiah sejak duduk di kelas XI.
Sebelum menyabet emas TISIIF 2026, Ifta tercatat mengantongi empat medali emas berturut-turut pada ajang kompetisi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), serta SEGI University Malaysia.
Budi menjelaskan keberhasilan Ifta merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menggeser stigma kawasan rentan sosial melalui pendekatan pendidikan berorientasi riset.
“Pihak sekolah memang memiliki program terstruktur untuk melatih dan menggembleng anak-anak dalam menghadapi berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional maupun dunia,” papar Budi.
Tentusaja, kemenangan kelima Ifta tersebut menjadi bukti nyata transformasi SMAN 1 Lumbang dari kawasan berisiko pernikahan dini menjadi Sekolahnya Sang Juara.
Untuk memastikan kelancaran presentasi, Budi mendampingi keberangkatan Ifta secara langsung selama di Thailand.
“Pihak sekolah bersama pemerintah daerah setempat berkomitmen terus memfasilitasi riset-riset sains siswa agar dapat dikembangkan lebih lanjut bagi kepentingan medis dan masyarakat,” imbuh Budi. [hil.gat]

