27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

5.704 Guru Ikuti Pelatihan Bakal Calon Kepsek hingga Agustus


Kemendikdasmen, Bhirawa – Sebanyak 5.704 peserta telah mengikuti Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.033 peserta mengikuti pelatihan dengan pembiayaan APBN, sedangkan 2.671 peserta lainnya dibiayai melalui APBD.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan kepala sekolah yang kompeten sekaligus memperkuat kepemimpinan di satuan pendidikan.

“Sudah hampir 80 persen pemenuhan kebutuhan kepala sekolah terpenuhi,” ujar Nunuk saat menghadiri kegiatan Pelatihan BCKS Gelombang 2 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Selasa (1/9).

Menurut Nunuk, jumlah peserta BCKS masih akan bertambah. Sejumlah pelatihan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat masih berada dalam tahap seleksi substansi.

Selain di Jawa Barat, pelatihan BCKS juga berlangsung secara bersamaan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) GTK. Kegiatan tersebut digelar BGTK Aceh, BGTK Lampung, KGTK Gorontalo, BBGTK Jawa Tengah, BBGTK Jawa Timur, dan BBGTK Sulawesi Selatan dengan jumlah partisipan sekitar 1.300 peserta.

Kegiatan tersebut terhubung secara daring dalam agenda Pelatihan BCKS Gelombang 2 yang diselenggarakan BBGTK Jawa Barat. Sebanyak 40 kelas dari berbagai daerah mengikuti kegiatan secara daring dari UPT masing-masing.

Khusus Pelatihan BCKS Gelombang 2 di BBGTK Jawa Barat, kegiatan diikuti 415 peserta dari 10 kabupaten di Jawa Barat. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah luar biasa (SLB).

Berita Terkait :  Wali Kota Probolinggo Kunjungi Kampung Anggur dan Kampung Madu

Pelatihan berlangsung sejak 14 Agustus hingga 30 Agustus 2026 dengan memadukan pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan pembelajaran tatap muka. Pelaksanaan melibatkan widyaiswara UPT GTK serta kepala sekolah mentor dari berbagai jenjang.

Untuk peserta BCKS jenjang SMK di Jawa Barat, pelatihan juga menggandeng dunia usaha dan dunia industri, yakni PT Len Industri (Persero) di Bandung.

Nunuk berharap, pelatihan tersebut tidak hanya menghasilkan calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan kompetensi, tetapi juga pemimpin pendidikan yang mampu membawa perubahan di satuan pendidikan.

“Kami berharap dengan dukungan partisipasi pelatihan ini dapat melahirkan pemimpin pendidikan yang kompeten, visioner, dan siap membawa transformasi di sekolah masing-masing,” katanya.

Ia menilai penguatan kompetensi calon kepala sekolah penting karena kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekosistem pendidikan di satuan pendidikan. Karena itu, pengalaman kepemimpinan, pengelolaan sekolah, komunikasi, kemitraan hingga pengelolaan sumber daya perlu dipersiapkan sejak tahap calon kepala sekolah.

Pelatihan Tendik Capai 633 Peserta
Selain pelatihan BCKS, Ditjen GTK melalui Direktorat KSPSTK juga terus melakukan intervensi peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (Tendik). Hingga Agustus 2026, sebanyak 633 peserta dan 220 fasilitator telah mengikuti intervensi pelatihan Tendik. Sepanjang 2026, pelatihan Tendik direncanakan diikuti 1.860 peserta yang diselenggarakan oleh 27 UPT GTK dengan pembiayaan APBN dan APBD.

Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi sejumlah tenaga kependidikan di sekolah, antara lain operator sekolah, bendahara sekolah, tenaga laboratorium, dan tenaga perpustakaan.

Berita Terkait :  Bikin Bangga! Marching Band SMAN 3 Taruna Angkasa Madiun Dilirik Tampil di Event Internasional

Sementara itu, salah satu peserta BCKS, Hetty Kusmiati, guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, mengatakan pelatihan tersebut memberikan bekal baru mengenai kepemimpinan dan pengelolaan sekolah.

“Ilmunya sangat bermanfaat untuk diterapkan sebagai pemimpin di sekolah, menjadi seorang kepala sekolah yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah menuju pendidikan yang gemilang,” ujar Hetty.

Ia mengaku telah mendapatkan sejumlah inspirasi yang ingin diterapkan ketika nantinya mendapat amanah sebagai kepala sekolah, mulai dari pengelolaan sekolah, pola pikir kepemimpinan, kompetensi sosial, komunikasi, kemitraan hingga pengelolaan sumber daya sekolah.

Semangat serupa disampaikan Budiyanto, guru dari Kabupaten Purwakarta. Menurutnya, pelatihan BCKS memberikan pengetahuan baru mengenai kepemimpinan dan manajemen sekolah. “Saya akan mereformasi pendidikan di sekolah itu ke arah perubahan yang lebih baik lagi, sesuai dengan apa yang saya dapatkan ilmunya dari sini,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi dalam penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Menurutnya, pendidikan bermutu tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan. “Pendidikan bermutu lahir dari kolaborasi dan semangat berbagi, bukan dari kerja sendiri,” pungkas Mu’ti. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!